Leonardo Sedih Paolo Maldini Tak Lagi Menjadi Direktur AC Milan

Leonardo Sedih Paolo Maldini Tak Lagi Menjadi Direktur AC Milan
Foto: Ilustrasi Leonardo Sedih Paolo Maldini Tak Lagi Menjadi Direktur AC Milan.

Leonardo yang merupakan mantan pemain sekaligus eks direktur AC Milan menyampaikan rasa sedihnya atas absennya Paolo Maldini dari struktur manajemen Rossoneri saat ini.

Sosok legenda klub tersebut dinilai sebagai figur yang memiliki peran sangat vital dan tidak akan pernah bisa digantikan oleh kecanggihan algoritma apa pun.

Dilansir dari Bola, AC Milan kini tengah berada dalam situasi sulit untuk mengamankan tiket Liga Champions setelah performa tim menurun drastis pada periode akhir musim.

Meskipun sempat tidak terkalahkan dalam 24 pertandingan beruntun di awal musim, Rossoneri kini tertahan di posisi keempat dengan koleksi 67 poin.

Jumlah poin tersebut sama dengan perolehan AS Roma yang berada di peringkat kelima, sehingga posisi Milan di zona empat besar masih belum sepenuhnya aman.

Situasi ini memicu gelombang kemarahan dari para pendukung yang mendesak CEO Giorgio Furlani untuk mundur dari jabatannya setelah kekalahan 2-3 dari Atalanta.

Paolo Maldini sebelumnya memberikan kontribusi besar saat membawa Milan meraih gelar juara Serie A musim 2021-2022 sebagai direktur teknik sebelum akhirnya dipecat setahun kemudian.

"Jika Paolo Maldini ada di Milan, saya tidak tahu algoritma apa yang bisa meyakinkan saya bahwa lebih baik tanpa dia."

"Ketiadaannya tidak hanya menyakitkan bagi saya, tetapi juga bagi semua orang. Paolo memang milik dunia sepak bola."

Dalam wawancara bersama Cronache di Spogliatoio, Leonardo menegaskan bahwa Maldini adalah sosok yang paling komplet dalam industri sepak bola modern saat ini.

Maldini dinilai telah berkembang secara bertahap selama tiga dekade pengabdiannya hingga menjadi eksekutif papan atas di klub yang ia cintai.

Leonardo juga mengenang momen saat dirinya mengangkat Maldini sebagai direktur pada musim panas 2018 untuk kembali memperkuat jajaran manajemen klub.

"Saya yakin Paolo masih memiliki banyak hal untuk diberikan. Saat ini struktur di dalam klub sangat politis, rumit, dan kuno sehingga terkadang menghambat hal tersebut."

"Yang dibutuhkan bukan hanya ide, keahlian, dan semangat, tetapi juga seseorang yang mampu menginspirasi dan membuat orang percaya bahwa ada sesuatu yang indah untuk diperjuangkan."

"Sulit menemukan sosok yang mampu menyatukan pemikiran tersebut secara menyeluruh. Saya melihat sangat sedikit orang dengan kualitas itu, dan mungkin Paolo adalah satu-satunya."

Tantangan Algoritma dalam Sepak Bola Modern

AC Milan tercatat hanya mampu mengumpulkan 25 poin pada paruh kedua musim ini, yang merupakan pencapaian terendah klub dalam kurun waktu sembilan tahun terakhir.

Kini skuat asuhan Stefano Pioli harus menghadapi dua laga krusial melawan Genoa dan Cagliari demi memastikan posisi mereka di kasta tertinggi kompetisi Eropa.

Leonardo menyoroti pergeseran tren di mana banyak klub saat ini mulai membatasi otoritas direktur olahraga dan lebih mengandalkan data statistik digital.

"Banyak klub kini tidak lagi mengandalkan direktur olahraga yang memiliki otoritas sesungguhnya."

"Direktur olahraga memang mengambil beberapa keputusan dalam struktur kerja yang lebih luas, tetapi saat ini ada pengaruh besar dari algoritma."

"Saya tidak menentang algoritma, namun saya selalu memandangnya sebagai alat bantu dalam pengambilan keputusan manusia, bukan sebagai pengganti."

Artikel terkait

Rekomendasi