Leicester City Terdegradasi ke League One Usai Imbang Lawan Hull City

Leicester City Terdegradasi ke League One Usai Imbang Lawan Hull City
Foto: Ilustrasi Leicester City Terdegradasi ke League One Usai Imbang Lawan Hull City.

Leicester City dipastikan terdegradasi ke League One setelah bermain imbang 2-2 melawan Hull City pada laga pekan ke-44 EFL Championship 2025-2026 di Stadion King Power, Rabu (22/4/2026) dini hari WIB. Hasil ini memaksa The Foxes turun ke kasta ketiga liga sepak bola Inggris.

Kegagalan meraih poin penuh membuat Leicester City tertahan di peringkat ke-23 klasemen sementara dengan koleksi 42 poin. Sebagaimana dilansir dari Bola, tim asuhan Gary Rowett ini tertinggal tujuh angka dari Blackburn Rovers yang menempati zona aman di posisi ke-21.

Kemerosotan ini menandai sejarah kelam bagi klub yang sepuluh tahun lalu menjuarai Premier League di bawah asuhan Claudio Ranieri. Musim depan akan menjadi kali kedua dalam 142 tahun sejarah klub bagi Leicester City untuk berkompetisi di kasta ketiga setelah mengalami degradasi beruntun dari Premier League.

Pelatih Leicester City, Gary Rowett mengakui bahwa kegagalan tim dalam memanfaatkan peluang pada laga krusial ini mencerminkan kondisi sulit yang mereka hadapi sepanjang musim.

"Ini sangat membuat frustrasi. Jika saya melihat jalannya pertandingan terlebih dahulu, dalam beberapa hal ini cukup menggambarkan situasinya. Kami tidak mampu mengimbangi urgensi atau pentingnya pertandingan, meskipun kami masih menciptakan beberapa momen bagus di mana seharusnya kami mencetak gol," kata Rowett, Pelatih Leicester City.

Rowett menambahkan bahwa tim sebenarnya telah berupaya keras untuk tampil dominan guna mengejar kemenangan. Namun, penyelesaian akhir yang lemah menjadi kendala utama dalam pertandingan penentuan tersebut.

"Kami terlihat seperti tim yang mau berjuang dan menciptakan banyak peluang tetapi tidak mampu memanfaatkannya. Saya sangat frustrasi dengan pertandingan ini," tandas Rowett, Pelatih Leicester City.

Meskipun hasil imbang ini menjadi pemicu kepastian turun kasta, sang pelatih menegaskan bahwa penyebab utama degradasi adalah performa buruk yang konsisten sepanjang satu musim penuh, bukan hanya hasil di beberapa laga terakhir.

"Gambaran besarnya adalah Anda tidak terdegradasi hanya karena tiga atau empat pertandingan, tetapi karena satu musim penuh. Kami telah melewatkan banyak peluang, tetapi itu bukan keseluruhan cerita. Kami hanya mencatatkan lima clean sheet sepanjang musim, jadi ini bukan hanya tentang para penyerang. Kami juga kebobolan gol-gol yang buruk, dan Anda bisa melihatnya lagi malam ini," tandas Rowett, Pelatih Leicester City.

Kondisi ini mendapat sorotan tajam dari pengamat sepak bola, Andy Hinchcliffe, yang menilai degradasi ini sangat mengejutkan mengingat Leicester merupakan kandidat kuat untuk kembali ke kasta tertinggi awal musim ini.

"Jika Anda melihat kembali klub-klub yang terdegradasi sebelumnya, saya tidak dapat menemukan klub lain yang memiliki kualitas dan pengalaman seperti yang dimiliki Leicester," kata Hinchcliffe, Pundit Inggris.

Hinchcliffe juga menekankan bahwa kegagalan ini tidak dapat diterima karena komposisi pemain Leicester City awalnya diunggulkan untuk menjuarai divisi Championship.

"Ini adalah tim yang diunggulkan untuk memenangkan gelar Championship. Terdegradasi ke League One adalah hal yang belum pernah terjadi sebelumnya. Musim yang tak seorang pun duga. Semua orang di pihak pemain Leicester perlu introspeksi diri secara mendalam karena ini tidak dapat diterima," tegas Hinchcliffe, Pundit Inggris.

Artikel terkait

Rekomendasi