Pedro Rodriguez menyudahi lima tahun masa baktinya bersama SS Lazio dengan catatan manis. Penyerang gaek tersebut mencetak gol kemenangan saat Biancocelesti menundukkan tim yang sudah dipastikan terdegradasi, Pisa SC, dengan skor 2-1 dalam laga pamungkas Serie A.
Kemenangan ini sekaligus memastikan Lazio terhindar dari finis di paruh bawah klasemen untuk pertama kalinya sejak musim 2009/10, seperti dilansir dari Media Indonesia.
Lazio memasuki pertandingan dengan misi bangkit setelah menelan tiga kekalahan beruntun, termasuk kekalahan dari Inter Milan di final Coppa Italia dan kekalahan dalam laga derbi kontra AS Roma. Tuan rumah langsung tampil menekan sejak awal laga.
Namun, Pisa justru berhasil mengejutkan publik Stadion Olimpico pada pertengahan babak pertama. Melalui sebuah skema transisi cepat, Michel Aebischer melepaskan umpan silang yang sukses disundul masuk oleh Stefano Moreo.
Pisa bahkan nyaris menggandakan keunggulan tidak lama berselang, jika kiper Lazio, Alessio Furlanetto, tidak melakukan penyelamatan refleks gemilang untuk menepis tendangan voli Samuele Angor.
Penyelamatan penting Furlanetto tersebut seakan menjadi pelecut semangat bagi Lazio. Dalam waktu singkat, Biancocelesti langsung membalikkan kedudukan melalui dua gol cepat.
Gol penyeimbang lahir dari aksi Fisayo Dele-Bashiru yang menerima umpan sambil memutar badan sebelum melepaskan tembakan akurat ke dalam gawang.
Hanya berselang dua menit, giliran Pedro yang mencatatkan namanya di papan skor. Dalam laga perpisahannya ini, ia melepaskan tendangan melengkung khasnya yang gagal dijangkau oleh kiper Pisa, Adrian Šemper. Skor 2-1 untuk keunggulan Lazio bertahan hingga turun minum.
Memasuki babak kedua, Lazio langsung menebar ancaman melalui peluang awal Tijjani Noslin, tetapi kakinya masih bisa dihalau oleh Šemper.
Pada menit ke-60, Pedro ditarik keluar dan menerima standing ovation dari para pendukung tuan rumah atas kontribusinya selama lima musim.
Di sisa waktu pertandingan, Noslin beberapa kali kembali mengancam pertahanan tim tamu. Kendati demikian, tidak ada gol tambahan yang tercipta hingga wasit meniup peluit panjang tanda berakhirnya laga.
Dengan hasil ini, Lazio menutup musim dengan rekor tak terkalahkan melawan tim-tim yang berada di bawah posisi mereka, yakni dengan catatan 6 menang dan 5 imbang, serta finis di peringkat kesembilan.
Laga ini juga menandai akhir dari era pelatih Maurizio Sarri yang memutuskan hengkang setelah lima tahun memimpin klub.
Sementara itu, kekalahan ke-24 ini menegaskan posisi Pisa di dasar klasemen sebelum mereka kembali berkompetisi di Serie B musim depan.