Lazio Gagal Lolos Kompetisi Eropa Usai Kalah dari Inter Milan

Lazio Gagal Lolos Kompetisi Eropa Usai Kalah dari Inter Milan
Foto: Ilustrasi Lazio Gagal Lolos Kompetisi Eropa Usai Kalah dari Inter Milan.

Lazio dipastikan absen dari kompetisi Eropa pada musim mendatang setelah menelan kekalahan dari Inter Milan pada partai final Coppa Italia 2025-2026 yang berlangsung pada Kamis (14/5/2026). Hasil ini membuat klub berjuluk Biancocelesti tersebut gagal mengamankan tiket turnamen kontinental selama dua musim berturut-turut.

Absensi Lazio dari panggung Eropa dalam dua periode beruntun merupakan sejarah buruk yang terulang kembali sejak awal musim 1992-1993. Dilansir dari Bola berdasarkan laporan Calcio e Finanza, situasi serupa terakhir kali dialami klub asal ibu kota Italia itu pada rentang waktu 1978-1979 hingga 1992-1993.

Catatan negatif ini sekaligus menjadi yang pertama kalinya terjadi di bawah kepemimpinan Claudio Lotito. Sejak menjabat sebagai presiden klub pada musim panas 2004, Lotito sebelumnya selalu berhasil membawa Lazio tampil kompetitif di kancah internasional tanpa pernah absen dua musim beruntun.

Padahal sebelum kegagalan pada dua musim terakhir, Lazio sempat menunjukkan konsistensi tinggi dengan tampil delapan musim berturut-turut di berbagai kompetisi antarklub UEFA. Dalam periode tersebut, tim ini tercatat dua kali menembus babak 16 besar Liga Champions sebelum akhirnya dihentikan oleh raksasa Jerman, Bayern Muenchen.

Statistik dalam tiga dekade terakhir sebenarnya menunjukkan sejarah yang cukup positif bagi Lazio di level Eropa. Klub ini berhasil mengumpulkan delapan kali penampilan di Liga Champions serta sempat mencapai babak perempat final Liga Europa pada musim 2024-2025 lalu.

Puncak kejayaan klub di turnamen internasional terjadi pada tahun 1999 saat mereka meraih trofi UEFA Cup Winners' Cup dan Piala Super UEFA. Kini, kegagalan beruntun tersebut memicu sorotan tajam terhadap stabilitas internal klub menjelang dibukanya bursa transfer mendatang.

Masa depan tim saat ini dibayangi ketidakpastian, termasuk spekulasi terkait posisi Maurizio Sarri sebagai pelatih kepala. Selain masalah kepemimpinan teknis, beberapa pemain pilar dikabarkan berpotensi meninggalkan klub di tengah hubungan skuad dan kelompok suporter yang belum sepenuhnya kondusif.

Artikel terkait

Rekomendasi