Tunggal putra masa depan Indonesia, Alwi Farhan, memberikan tanggapannya setelah dipastikan akan bertemu seniornya, Jonatan Christie, pada babak 16 besar Indonesia Open 2026. Pertemuan sesama wakil Merah Putih ini menjadi salah satu laga yang paling dinantikan oleh para pencinta bulu tangkis di Istora Senayan.
Alwi Farhan mengungkapkan kesiapannya menghadapi pertandingan tersebut dan berharap siapapun yang keluar sebagai pemenang nantinya bisa melaju hingga menjadi juara. Menurutnya, keberhasilan meraih gelar juara merupakan bentuk apresiasi tertinggi bagi seluruh tim pendukung yang telah bekerja keras.
Pemain muda ini menilai bahwa persiapan yang dilakukan oleh pelatih, ofisial, hingga tim pendukung sangat luar biasa dan patut dihargai oleh para atlet. Ia menegaskan bahwa cara terbaik untuk membalas dukungan tersebut adalah dengan berjuang mencapai prestasi setinggi mungkin di lapangan.
Kemenangan Alwi Farhan dan Jonatan Christie
Kepastian duel "All Indonesian" ini didapat setelah Alwi Farhan tampil memukau pada babak 32 besar dengan menumbangkan wakil India, Lakshya Sen. Alwi sukses menutup pertandingan dua gim langsung dengan skor 21-19 dan 21-16 dalam laga yang berlangsung di Istora GBK.
Di sisi lain, Jonatan Christie yang akrab disapa Koh Jojo juga mengamankan tiket 16 besar setelah mengandaskan perlawanan wakil Singapura. Jonatan menang meyakinkan atas Jason Teh dengan perolehan skor 21-18 dan 21-15 pada hari yang sama.
Alwi mengaku sangat bersyukur dan merasa bangga bisa kembali bertanding di hadapan publik Istora Senayan yang memiliki atmosfer unik. Baginya, bermain di kandang sendiri memberikan semangat tambahan dan kegembiraan yang selalu ia rindukan setiap musim turnamen tiba.
Ia berharap penampilannya kali ini bisa jauh lebih baik dibandingkan turnamen-turnamen sebelumnya yang pernah ia ikuti. Alwi juga berambisi untuk mengeluarkan seluruh kemampuan dan strategi yang telah ia asah selama sesi latihan bersama tim pelatih.
Mengingat padatnya jadwal turnamen di kawasan Asia Tenggara, Alwi menyadari bahwa kondisi fisik dan mental para pemain saat ini sedang diuji. Banyak atlet, termasuk dirinya, harus menjalani rangkaian kompetisi yang berurutan tanpa jeda istirahat yang cukup panjang.
Meskipun merasa lelah secara fisik, Alwi terus memotivasi dirinya sendiri agar memiliki keinginan menang yang lebih kuat daripada rasa capeknya. Ia bersyukur mampu menjalankan instruksi pelatih dengan baik sehingga bisa melewati hambatan pada babak pertama.
Berikut adalah ringkasan skor kemenangan kedua pemain di babak 32 besar :
| Pemain Indonesia | Lawan | Skor Akhir |
|---|---|---|
| Alwi Farhan | Lakshya Sen (India) | 21-19, 21-16 |
| Jonatan Christie | Jason Teh (Singapura) | 21-18, 21-15 |
Tabel di atas menunjukkan hasil pertandingan babak pembuka yang membawa Alwi dan Jonatan pada pertemuan di babak selanjutnya. Kemenangan dua gim langsung ini menjadi modal penting bagi kedua pemain dalam menjaga stamina mereka untuk laga babak 16 besar.
Jalannya Pertandingan Melawan Lakshya Sen
Pertarungan antara Alwi Farhan dan Lakshya Sen pada gim pertama berlangsung sangat ketat sejak awal dimulainya servis. Kejar-mengejar angka terjadi sejak skor imbang 3-3, sebelum akhirnya Alwi sempat melesat jauh meninggalkan perolehan poin lawan menjadi 7-3.
Namun, Lakshya Sen yang merupakan pemain berpengalaman tidak tinggal diam dan sempat membalikkan keadaan menjadi unggul 10-9. Alwi merespons tekanan tersebut dengan tenang dan berhasil kembali memimpin 11-9 saat memasuki interval gim pertama.
Selepas jeda, intensitas pertandingan tidak menurun dan kedua pemain beberapa kali terjebak dalam situasi skor imbang, mulai dari 12-12 hingga 17-17. Alwi sempat unggul lewat smes keras, namun kesalahan sendiri membuat kedudukan kembali sama kuat di angka 18-18.
Situasi sempat mencekam bagi kubu Indonesia saat serangan beruntun Lakshya Sen membuatnya unggul tipis 19-18 di poin kritis. Beruntung, pukulan lawan yang keluar lapangan membuat skor kembali imbang 19-19 dan membuka peluang bagi Alwi.
Alwi Farhan kemudian berhasil mencapai gim poin terlebih dahulu melalui serangan smes yang sangat tajam dan sulit dikembalikan. Gim pertama akhirnya ditutup dengan kemenangan 21-19 setelah pengembalian netting dari Lakshya Sen gagal melewati net.
Memasuki gim kedua, persaingan sengit kembali tersaji di lapangan dengan skor yang terus menempel ketat satu sama lain. Alwi baru bisa menciptakan selisih poin yang cukup aman pada kedudukan 10-7 sebelum mengunci interval dengan skor 11-8.
Setelah istirahat singkat, Alwi tetap mempertahankan pola permainan agresif yang membuat lawannya kesulitan mengembangkan permainan. Ia terus menekan hingga mampu memperlebar keunggulan menjadi 14-10 melalui variasi serangan yang efektif.
Dominasi Alwi berlanjut hingga skor 16-12, di mana ia berulang kali memaksa Lakshya Sen bekerja keras untuk mempertahankan area pertahanannya. Meski lawan sempat memberikan ancaman serius dengan mendekat di angka 17-16, Alwi tetap tampil fokus dan tenang.
Pemain muda Indonesia ini berhasil menambah dua poin beruntun untuk menjauhkan selisih skor menjadi 19-16. Smes keras yang menjadi senjata andalannya kembali membuahkan hasil dengan menciptakan match point pada kedudukan 20-16.
Pertandingan akhirnya selesai ketika sebuah smes keras dari Alwi Farhan tidak mampu dibendung oleh Lakshya Sen. Skor 21-16 di gim kedua memastikan langkah Alwi ke babak selanjutnya untuk menghadapi Jonatan Christie dalam duel sesama pemain pelatnas.