Kapten Inter Milan, Lautaro Martinez, membagikan momen paling emosional dalam perjalanan kariernya setelah mengantarkan Nerazzurri memenangkan trofi Serie A dan Coppa Italia musim ini.
Penyerang yang berasal dari Argentina tersebut mengaku bahwa kondisi mentalnya sempat terpuruk hingga memikirkan opsi untuk hengkang dari klub, seperti dikutip dari Suara.
Melalui sesi wawancara bersama La Gazzetta dello Sport, Lautaro Martinez menceritakan masa kecilnya yang penuh perjuangan di Argentina hingga beban berat yang dirasakannya selepas turnamen Piala Dunia Antarklub.
ÔÇ£Kami memang tidak sampai kelaparan, tetapi saya masih ingat rasanya menunggu makan malam dalam keadaan lapar,ÔÇØ ujar Lautaro Martinez.
Lautaro Martinez juga mengungkit kenangan masa lalu saat keluarganya terpaksa menumpang di kediaman kerabat selama hampir tiga tahun akibat tidak mampu membayar biaya sewa kontrakan.
Pada masa sulit tersebut, keluarganya dikabarkan hanya sanggup membayar biaya pemakaian listrik sebesar 100 peso.
Sekarang, Lautaro Martinez menganggap Inter Milan sudah menjadi rumah bagi diri dan keluarganya, bahkan ia merasa sulit membayangkan jika harus memperkuat tim lain.
ÔÇ£Kalau tidak diusir, saya akan tetap di sini,ÔÇØ kata Lautaro Martinez.
Pemain depan yang kini menginjak usia 28 tahun itu menjelaskan bahwa keluarganya merasa sangat kerasan tinggal di kota Milan.
Anak-anaknya kini sudah mulai bersekolah dan memiliki lingkaran pertemanan sendiri, ditambah lagi pihak keluarga juga telah mengelola bisnis restoran di kota tersebut.
Walaupun meraih kesuksesan besar bersama Nerazzurri, Lautaro Martinez tidak menampik bahwa dirinya sempat berada di titik nadir setelah kompetisi Piala Dunia Antarklub berakhir.
Perasaan terpukul yang mendalam membuat Lautaro Martinez berpikir untuk angkat kaki dari San Siro apabila ada tawaran bernilai besar yang datang ke pihak klub.
ÔÇ£Saya sangat hancur. Dalam hati saya merasa kalau ada tawaran besar mungkin saya akan pergi,ÔÇØ ungkap Lautaro Martinez.
Situasi tersebut yang memicu munculnya komentar kontroversial dari dirinya selepas Inter Milan menelan kekalahan dari Fluminense FC beberapa waktu lalu.
Pada momen itu, Lautaro Martinez mengeluarkan pernyataan tegas bahwa para pemain yang sudah tidak memiliki keinginan bertahan sebaiknya segera pergi dari Inter Milan.
Mengemban tugas sebagai kapten kesebelasan, Lautaro Martinez merasa mempunyai tanggung jawab penuh untuk mengutarakan kondisi yang ia saksikan langsung di dalam ruang ganti tim.
Dirinya pun mengakui bahwa rasa amarah yang meluap kala itu tidak hanya diarahkan kepada rekan-rekan setimnya, melainkan juga kepada performa dirinya sendiri.
ÔÇ£Saya juga marah kepada diri sendiri karena saya tidak bebas dari kesalahan,ÔÇØ ujarnya.
Selanjutnya, Lautaro Martinez memberikan apresiasi kepada juru taktik anyar Inter Milan, Cristian Chivu, yang dianggap berhasil menghadirkan atmosfer baru yang segar ke dalam skuad.
Kendati demikian, ia tetap menaruh rasa hormat terhadap dedikasi mantan pelatih Simone Inzaghi yang dinilai telah memberikan empat tahun yang luar biasa bagi perjalanan kariernya bersama Inter Milan.
Pada bagian akhir wawancara, Lautaro Martinez memberikan pernyataan yang mengejutkan terkait dengan rencana masa depannya apabila nanti sudah gantung sepatu.
Ia menegaskan komitmennya untuk benar-benar menjauh dan tidak lagi terlibat dalam segala aktivitas di industri sepak bola nasional maupun internasional.
ÔÇ£Saya tidak akan bertahan di sepak bola. Itu lingkungan yang tidak saya sukai. Setelah pensiun, kalian tidak akan lagi mendengar tentang saya. Saya akan menghilang,ÔÇØ kata Lautaro Martinez.