Penyerang Inter Milan Lautaro Martinez memberikan apresiasi tinggi terhadap kepemimpinan pelatih Cristian Chivu menjelang laga tandang melawan Lazio pada pekan ke-36 Liga Italia di Stadion Olimpico, Sabtu (9/5/2026) pukul 23.00 WIB. Pertandingan ini menandai kembalinya Martinez sebagai andalan lini depan setelah sempat menepi akibat cedera panjang.
Kesiapan pemain asal Argentina tersebut menjadi tambahan kekuatan bagi Nerazzurri sebagaimana dilansir dari Bola. Martinez sebelumnya sempat absen selama hampir satu bulan pada Februari 2026 setelah mengalami cedera saat menghadapi Bodo/Glimt, namun ia mulai kembali merumput secara bertahap sejak April lalu.
Catatan performa Martinez setelah pulih menunjukkan tren positif, termasuk torehan gol pada masa tambahan waktu saat menghadapi AS Roma. Meski sempat tidak masuk skuad dalam beberapa laga krusial melawan Cagliari dan Como, ia akhirnya kembali bermain penuh saat Inter memastikan gelar juara ke-21 melawan Parma.
Mengenai perubahan performa tim, Martinez menyoroti dampak besar yang dibawa oleh Cristian Chivu sejak menduduki kursi kepelatihan. Penyerang tersebut mengakui adanya perbedaan suasana tim dibandingkan musim sebelumnya yang dinilai penuh tantangan bagi seluruh anggota skuad Inter Milan.
"Tahun lalu kami sangat menderita. Kami tidak bisa mencapai semua tujuan yang kami tetapkan di akhir musim, itu adalah tahun yang sangat sulit bagi kami semua," kata Lautaro Martinez, penyerang Inter Milan.
Pemain berusia 28 tahun tersebut menambahkan bahwa kehadiran Chivu telah mengembalikan kepercayaan diri para pemain melalui gaya kepemimpinan yang kuat. Martinez menilai pelatih baru mereka berhasil memadukan filosofi baru tanpa merusak fondasi tim yang sudah dibangun selama empat tahun sebelumnya.
"Namun Chivu datang dengan mentalitas dan suasana baru, dengan banyak kepemimpinan yang juga terlihat dari luar. Ini memberi kami banyak kepercayaan diri," ujar Lautaro Martinez.
Transisi kepelatihan dari era sebelumnya dianggap berjalan sangat mulus karena Chivu tetap menghargai hasil kerja staf pelatih terdahulu. Hal ini membuat para pemain merasa nyaman dalam menjalankan skema permainan yang diterapkan di lapangan sepanjang musim kompetisi ini.
"Dia menambahkan beberapa hal dari gayanya sendiri, tetapi dia tidak menghilangkan apa pun yang telah kami lakukan dengan baik selama empat tahun bersama Simone, yang dengannya kami telah melakukan pekerjaan yang hebat," papar Lautaro Martinez.
Martinez menutup pernyatannya dengan menyampaikan rasa terima kasih kolektif dari para pemain kepada sang juru taktik. Keberhasilan meraih gelar scudetto musim ini dianggap tidak lepas dari kenyamanan lingkungan kerja yang diciptakan oleh pelatih asal Rumania tersebut.
"Kami harus berterima kasih kepada pelatih karena dia membuat kami merasa sangat nyaman tahun ini," imbuh Martinez.
Dalam duel menghadapi Lazio nanti, Chivu diprediksi akan melakukan rotasi dengan memasang Josep Martinez di bawah mistar gawang. Sektor pertahanan diperkirakan bakal diperkuat oleh Stefan de Vrij, Alessandro Bastoni, dan Yann Bisseck guna membendung skema menyerang 4-3-3 milik Maurizio Sarri.
| Posisi | Lazio (4-3-3) | Inter Milan (3-5-2) |
|---|---|---|
| Kiper | Edoardo Motta | Josep Martínez |
| Belakang | Lazzari, Gila, Provstgaard, Pellegrini | Bisseck, De Vrij, Bastoni |
| Tengah | Dele-Bashiru, Rovella, Basic | Diouf, Frattesi, Mkhitaryan, Sucic, Augusto |
| Depan | Isaksen, Maldini, Zaccagni | Lautaro Martínez, Ange-Yoan Bonny |