Kabar kurang menyenangkan datang dari raksasa Catalan dan tim nasional Spanyol setelah penyerang sayap andalan mereka, Lamine Yamal, dipastikan menepi hingga penghujung musim. Remaja berusia 18 tahun tersebut mengalami cedera hamstring saat memperkuat Barcelona dalam laga melawan Celta Vigo bulan lalu.
Kondisi kesehatan Yamal kini menjadi fokus utama bagi manajemen Timnas Spanyol yang sedang bersiap menuju turnamen akbar di Amerika Utara. Dilansir dari Suara, penyerang sayap Barcelona itu dipastikan absen hingga akhir musim akibat cedera hamstring tersebut.
Meskipun harus kehilangan pemain kuncinya untuk waktu yang cukup lama, pelatih tim nasional Spanyol, Luis de la Fuente, tetap menunjukkan sikap positif. Sang arsitek tim merasa yakin bahwa Yamal akan kembali bugar tepat sebelum pesta sepak bola dunia dimulai pertengahan Juni mendatang.
Masalah pada otot hamstring Yamal muncul ketika ia membantu klubnya mengamankan poin penuh lewat kemenangan tipis 1-0 atas Celta Vigo pada bulan lalu. Pemeriksaan medis mendalam menunjukkan bahwa proses rehabilitasi sang pemain akan memakan waktu yang tidak sebentar.
Berdasarkan hasil pemeriksaan medis, Yamal diperkirakan harus menjalani pemulihan selama sekitar lima pekan. Durasi pemulihan ini dipandang masih memungkinkan bagi talenta muda tersebut untuk mengembalikan performa fisiknya ke level tertinggi sebelum turnamen dimulai.
Tim medis dan staf kepelatihan La Roja saat ini terus memantau perkembangan proses penyembuhan sang pemain. Fokus utama mereka adalah memastikan Yamal sudah siap tempur ketika Spanyol melakoni laga pembuka di fase grup melawan Tanjung Verde.
Selain memantau kondisi Yamal, Luis de la Fuente juga memberikan perhatian khusus kepada pemain sayap lainnya, Nico Williams. Pemain lincah ini dikabarkan sempat mengalami kendala kebugaran dalam kurun waktu beberapa pekan terakhir.
"Mereka adalah dua pemain yang sangat penting bagi kami, tetapi pemain lainnya juga penting," ujar De la Fuente dikutip dari Mundo Deportivo.
"Bagi kami, setiap hari sangat berarti dan kami menginginkan komitmen yang sama dari semua pemain," lanjut De la Fuente.
Pelatih Spanyol tersebut berharap identitas permainan timnya yang berbasis pada kreativitas dan kecepatan serangan tetap terjaga meski ada kendala fisik pemain. Ia menginginkan publik tetap mengenali karakter La Roja yang agresif di lapangan.
"Mudah-mudahan orang akan mengingat Spanyol lewat permainan Lamine dan Nico. Namun yang terpenting, kami adalah sebuah keluarga dan menghargai kerja kolektif," kata De la Fuente.
"Nico mulai kembali ke level terbaiknya dan saya yakin Lamine juga akan mencapainya. Yang paling penting adalah mereka tiba dalam kondisi sehat," sambung De la Fuente.
Proses Finalisasi Skuad La Roja
Luis de la Fuente juga memberikan informasi terbaru mengenai penyusunan skuad yang akan diberangkatkan ke Amerika Utara. Saat ini, tim kepelatihan sedang merampungkan daftar final yang terdiri dari 26 pemain terbaik untuk memperkuat Spanyol.
Menurut De la Fuente, soliditas dan kekompakan di dalam ruang ganti menjadi aset paling berharga bagi Spanyol dalam menghadapi ketatnya persaingan di level dunia. Persiapan kolektif terus dimatangkan agar tim tampil kompetitif.
"Kabar terbaiknya adalah grup ini sudah sangat solid dan bekerja dengan sangat baik," tegas De la Fuente.
Harapan besar disematkan agar tidak ada lagi gangguan cedera yang menimpa para pemain utama Spanyol di sisa waktu persiapan. Ketersediaan pemain kunci sangat krusial mengingat status Spanyol sebagai salah satu tim unggulan juara.
"Saya berharap dalam beberapa minggu ke depan tidak ada kemunduran akibat cedera dan tidak ada pemain yang mengalami cedera jangka menengah maupun panjang," pungkas De la Fuente.
Spanyol menatap Piala Dunia 2026 dengan kepercayaan diri tinggi setelah menunjukkan performa meyakinkan di kancah Eropa dalam beberapa musim terakhir. Peran strategis Lamine Yamal dalam skema ofensif tim menjadikannya sosok yang sangat diharapkan segera pulih.