Platform pengiriman on-demand Lalamove resmi memulai operasionalnya di Jerman pada Rabu (20/5/2026) sebagai langkah ekspansi di kawasan Eropa, Timur Tengah, dan Afrika (EMEA). Langkah ini diambil guna menjawab berbagai tantangan logistik yang dihadapi oleh sektor usaha kecil menengah (UKM) di negara tersebut, dilansir dari Media Indonesia.
Ekspansi ini berawal dari wilayah metropolitan Berlin dengan menyediakan layanan pengiriman yang cepat, praktis, dan terjangkau. Kehadiran platform ini ditujukan untuk membantu pelaku usaha mengatasi masalah biaya operasional tinggi serta keterbatasan akses pengiriman yang transparan tanpa ikatan kontrak jangka panjang.
Layanan yang tersedia selama 24 jam setiap hari ini dilengkapi fitur pemesanan instan dan penjadwalan hingga 30 hari ke depan. Melalui sistem ini, para pelaku usaha di Berlin dapat mengatur pengiriman rutin sekaligus tetap responsif terhadap permintaan mendadak dari konsumen mereka.
"Kami menghadirkan model pengiriman on-demand yang memungkinkan bisnis menyesuaikan kapasitas pengiriman secara lebih fleksibel tanpa perlu menanggung biaya tetap untuk pengelolaan armada sendiri," kata Chief Operating Officer of Lalamove Paul Loo, Rabu (20/5/2026).
Berbagai sektor usaha lokal di Berlin dilaporkan telah memanfaatkan platform pengiriman ini untuk operasional harian mereka. Sektor-sektor tersebut meliputi toko makanan beku untuk hewan peliharaan, bengkel sepeda, universitas, lembaga riset, hingga perusahaan katering.
"Beragam pelaku usaha lokal memanfaatkan layanan ini, mulai dari toko makanan beku untuk hewan peliharaan, bengkel sepeda, universitas dan lembaga riset yang mengirim dokumen penting hingga perusahaan katering dengan sejumlah pelanggan menggunakan layanan pengiriman setiap hari." ujar Paul Loo.
Selama proses pengantaran barang, konsumen dapat memantau lokasi secara langsung melalui fitur pelacakan GPS. Selain itu, pengguna juga dapat memanfaatkan layanan bantuan obrolan langsung jika memiliki pertanyaan seputar pengiriman.
"Untuk kebutuhan bisnis dengan banyak tujuan pengiriman, kami juga memungkinkan hingga 20 titik drop-off dalam satu pemesanan, sehingga pengiriman dapat digabungkan dalam satu perjalanan secara lebih efisien guna menghemat waktu dan biaya pengiriman," imbuh Paul Loo.
Perusahaan mengklaim telah membangun basis pelanggan yang kuat dari berbagai sektor usaha di Berlin sejak awal operasionalnya. Sistem kerja yang fleksibel juga diterapkan untuk para mitra pengemudi dalam memilih waktu kerja dan jenis pesanan.
"Kantor dan UKM di Jerman jumlahnya mencapai lebih dari 3,4 juta, dan mereka butuh solusi logistik yang mampu mengikuti dinamika operasional sehari-hari. Peluncuran di Berlin menjadi langkah awal penting dalam memperkuat kehadiran kami di Jerman," tutur Paul Loo.
Pihak manajemen menyatakan optimistis terhadap pertumbuhan pasar lokal seiring dengan meningkatnya jumlah mitra pengemudi di Berlin. Perusahaan juga berencana untuk memperluas jangkauan operasional ke kota-kota lain di Jerman serta kawasan EMEA.
"Langkah ini menegaskan komitmen kami dalam membangun sebuah jaringan logistik regional yang kuat untuk mendukung kebutuhan UKM sekaligus berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi di berbagai negara tempat perusahaan beroperasi," pungkas Paul Loo.