Laba Bersih OCBC NISP Tumbuh 5 Persen Menjadi Rp 1,36 Triliun

Laba Bersih OCBC NISP Tumbuh 5 Persen Menjadi Rp 1,36 Triliun
Foto: Ilustrasi Laba Bersih OCBC NISP Tumbuh 5 Persen Menjadi Rp 1,36 Triliun.

PT Bank OCBC NISP Tbk mencatatkan pertumbuhan laba bersih sebesar 5 persen secara tahunan menjadi Rp 1,36 triliun pada Kuartal I 2026. Capaian positif tersebut dilaporkan pada Rabu (29/4/2026) sebagai hasil dari penguatan pendapatan operasional dan ekspansi aset perseroan.

Dilansir dari Money, pendapatan operasional bank meningkat 6 persen (yoy) yang menjadi motor utama pertumbuhan laba. Hingga akhir Maret 2026, total aset perusahaan juga mengalami kenaikan sebesar 7 persen (yoy) hingga menyentuh angka Rp 312,9 triliun.

Presiden Direktur OCBC Parwati Surjaudaja menjelaskan bahwa kondisi operasional perusahaan berada pada jalur yang tepat di periode awal tahun ini. Pihaknya mencatat tren positif ini konsisten dengan rencana strategis bank.

"Kami melihat momentum pertumbuhan yang tetap terjaga di awal tahun 2026," ujar Parwati Surjaudaja, Presiden Direktur OCBC.

Pada fungsi intermediasi, perusahaan menyalurkan kredit sebesar Rp 171 triliun dengan rasio kredit bermasalah (NPL) gross yang terjaga di level 2,1 persen. Selain itu, rasio loan at risk (LaR) tercatat membaik menjadi 5,3 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar 5,4 persen.

"Pertumbuhan kredit yang tetap positif mencerminkan komitmen kami dalam mendukung kebutuhan nasabah dan perekonomian, sementara peningkatan CASA menunjukkan kepercayaan nasabah yang semakin kuat terhadap layanan kami," ucap Parwati Surjaudaja, Presiden Direktur OCBC.

Sektor pendanaan juga menunjukkan performa solid dengan Dana Pihak Ketiga (DPK) mencapai Rp 226,4 triliun atau tumbuh 4 persen (yoy). Komposisi dana murah atau CASA meningkat menjadi 61,9 persen, didukung oleh permodalan (CAR) yang kuat di level 25 persen.

"Didukung oleh permodalan yang kuat dan likuiditas yang memadai, kami optimis dapat terus mengakselerasi pertumbuhan secara prudent, sekaligus menjaga ketahanan Bank di tengah dinamika ekonomi," tutur Parwati Surjaudaja, Presiden Direktur OCBC.

Kinerja ini juga diperkuat oleh digitalisasi, di mana nilai transaksi elektronik tumbuh 15 persen (yoy). Peningkatan tersebut diikuti oleh pertumbuhan jumlah pengguna aktif layanan digital pada segmen individu maupun korporasi.

Artikel terkait

Rekomendasi