PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) mencatatkan pertumbuhan kinerja keuangan yang signifikan pada tiga bulan pertama tahun 2026. Perusahaan berhasil membukukan laba bersih sebesar Rp 2,14 triliun sepanjang periode tersebut.
Pencapaian ini menandai lonjakan sebesar 72,99 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya yang senilai Rp 1,24 triliun. Laporan keuangan ini dipublikasikan melalui keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Kamis (30/4/2026).
Dikutip dari Money, emiten konsumer ini meraih penjualan bersih sebesar Rp 8,44 triliun pada kuartal I-2026. Angka tersebut mengalami kenaikan 2,82 persen dari perolehan tahun lalu yang tercatat sebesar Rp 8,21 triliun.
Pertumbuhan penjualan perusahaan didorong oleh kontribusi segmen kebutuhan rumah tangga dan perawatan tubuh yang mencapai Rp 6,04 triliun. Sementara itu, segmen makanan dan minuman menyumbang sebesar Rp 2,39 triliun.
Meskipun harga pokok penjualan naik menjadi Rp 4,37 triliun, perseroan tetap mampu meningkatkan laba bruto menjadi Rp 4,07 triliun. Efisiensi pada beban pemasaran dan penjualan yang turun menjadi Rp 1,64 triliun turut memperkuat profitabilitas.
Laba usaha perseroan tumbuh menjadi Rp 1,57 triliun dari posisi sebelumnya Rp 1,44 triliun. Perbaikan juga terlihat pada sektor non-operasional dengan lonjakan penghasilan keuangan menjadi Rp 37,90 miliar.
Kinerja laba bersih semakin terdongkrak signifikan berkat kontribusi dari operasi yang dihentikan. Segmen ini menyumbang laba sebesar Rp 887,86 miliar, di mana Rp 870,27 miliar berasal dari laba penjualan operasi tersebut.
Dari sisi neraca, total aset Unilever Indonesia tercatat stabil pada angka Rp 20,01 triliun per Maret 2026. Perseroan berhasil menekan liabilitas menjadi Rp 13,45 triliun, sementara ekuitas naik ke angka Rp 6,55 triliun.
Posisi kas dan setara kas perusahaan menunjukkan penguatan yang sangat besar. Tercatat jumlah kas mencapai Rp 5,4 triliun pada akhir Maret 2026, naik pesat dari Rp 1,08 triliun pada periode tahun sebelumnya.
Presiden Direktur Unilever Indonesia, Benjie Yap, menyatakan bahwa hasil kuartal pertama ini mencerminkan momentum positif yang telah dibangun perusahaan sejak tahun lalu. Ia tetap optimistis meski kondisi eksternal masih penuh tantangan.
"Hasil kinerja kuartal pertama ini semakin memperkuat keyakinan bahwa bisnis berada dalam jalur kemajuan yang positif, didukung oleh fundamental yang terus membaik serta momentum yang semakin menguat," ujar Benjie dalam keterangannya.Manajemen saat ini sedang menitikberatkan fokus pada tiga pilar utama untuk mendorong pertumbuhan. Pilar tersebut meliputi kategori produk, optimalisasi saluran penjualan, serta peningkatan efisiensi biaya sebagai fondasi jangka panjang.
Unilever Indonesia menargetkan pertumbuhan di atas rata-rata pasar sepanjang tahun 2026. Perseroan juga memproyeksikan adanya peningkatan margin secara moderat dengan terus mengantisipasi berbagai tekanan ekonomi eksternal.