Laba Bersih Petrosea Melonjak 50,54 Persen di Kuartal I 2026

Laba Bersih Petrosea Melonjak 50,54 Persen di Kuartal I 2026
Foto: Ilustrasi Laba Bersih Petrosea Melonjak 50,54 Persen di Kuartal I 2026.

PT Petrosea Tbk. (PTRO), emiten kontraktor pertambangan milik konglomerat Prajogo Pangestu, baru saja merilis laporan kinerja keuangan untuk periode kuartal I/2026. Perusahaan mencatatkan performa positif dengan perolehan laba bersih yang signifikan selama tiga bulan pertama tahun ini.

Dikutip dari Market, PTRO berhasil membukukan laba bersih senilai US$1,38 juta. Angka tersebut setara dengan Rp23,54 miliar jika dikonversi menggunakan kurs Jisdor Rp16.231 per dolar AS.

Pencapaian laba bersih ini mencerminkan pertumbuhan sebesar 50,54 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya. Sebagai perbandingan, pada kuartal I/2025, perusahaan hanya mencatatkan laba bersih sebesar US$920.000.

Peningkatan laba bersih ini didorong oleh pertumbuhan pendapatan usaha yang sangat pesat. Berdasarkan laporan keuangan per Maret 2026, pendapatan PTRO mencapai US$284,13 juta atau sekitar Rp4,82 triliun.

Nilai pendapatan tersebut melonjak hingga 84,24 persen secara tahunan (year-on-year/yoy) dari posisi US$154,21 juta pada tahun lalu. Sektor penambangan menjadi kontributor terbesar dengan setoran senilai US$140,56 juta.

Selain penambangan, lini bisnis konstruksi dan rekayasa menyumbang US$106,43 juta. Kemudian, pendapatan dari jasa tercatat sebesar US$13,59 juta, sementara pendapatan lain-lain menyumbang US$9,19 juta bagi perusahaan.

Beberapa perusahaan besar menjadi pelanggan utama yang menopang pendapatan PTRO. BP Berau Ltd. tercatat memberikan kontribusi senilai US$70,29 juta, diikuti PT Freeport Indonesia sebesar US$53,6 juta, dan PT Kideco Jaya Agung senilai US$50,86 juta.

Analisis Beban dan Posisi Laba Kotor

Seiring dengan kenaikan aktivitas operasional, beban usaha langsung perusahaan juga mengalami peningkatan. Sepanjang kuartal I/2026, beban usaha langsung naik 79,15 persen secara tahunan menjadi US$247,44 juta.

Meskipun beban membengkak, efisiensi operasional tetap terjaga sehingga laba kotor perusahaan tetap tumbuh tinggi. Laba kotor tercatat melejit 127,94 persen menjadi US$36,69 juta dari posisi sebelumnya US$16,09 juta pada periode yang sama tahun lalu.

Kondisi Aset, Liabilitas, dan Ekuitas Perusahaan

Dari sisi neraca keuangan, jumlah total aset PTRO per akhir Maret 2026 berada di angka US$1,60 miliar. Posisi ini menunjukkan kenaikan tipis dibandingkan nilai aset pada akhir Desember 2025 yang sebesar US$1,58 miliar.

Peningkatan juga terjadi pada sisi kewajiban atau liabilitas perusahaan. Total liabilitas tercatat naik menjadi US$1,29 miliar per 31 Maret 2026, dari posisi US$1,27 miliar pada akhir Desember 2025.

Di sisi lain, total ekuitas perusahaan justru mengalami sedikit penurunan. Ekuitas PTRO tercatat sebesar US$306,55 juta pada akhir kuartal pertama 2026, turun dari posisi akhir tahun 2025 yang mencapai US$307,45 juta.

Artikel terkait

Rekomendasi