Laba Bersih Pakuwon Jati Melonjak 29 Persen pada Kuartal I 2026

Laba Bersih Pakuwon Jati Melonjak 29 Persen pada Kuartal I 2026
Foto: Ilustrasi Laba Bersih Pakuwon Jati Melonjak 29 Persen pada Kuartal I 2026.

PT Pakuwon Jati Tbk (PWON) mencatatkan pertumbuhan laba bersih yang signifikan sebesar 29 persen mencapai Rp 512 miliar pada triwulan pertama tahun 2026. Capaian ini dilaporkan pada Kamis (30/4/2026) seiring dengan penguatan kinerja operasional pada sektor pendapatan berkelanjutan di tengah kondisi ekonomi global.

Dilansir dari Kompas, emiten properti ini membukukan pendapatan bersih senilai Rp 1,65 triliun, atau mengalami kenaikan 6 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 1,56 triliun. Sektor pendapatan berkelanjutan atau recurring income menjadi penyumbang dominan dengan nilai Rp 1,43 triliun.

Kenaikan laba bersih yang cukup tajam tersebut juga dipengaruhi oleh efisiensi beban selisih kurs mata uang asing. Pada periode ini, beban tersebut menyusut drastis menjadi Rp 16 miliar dari sebelumnya yang mencapai Rp 118 miliar pada kuartal pertama tahun 2025.

Direktur Keuangan dan Sekretaris Perusahaan PWON, Minarto Basuki menjelaskan bahwa segmen ritel mal tetap menjadi motor utama pertumbuhan perusahaan. Sektor ini menyumbang Rp 1,03 triliun, sementara bisnis perhotelan tumbuh 11 persen dengan raihan Rp 340 miliar.

"Sebaliknya, pendapatan dari penyewaan kantor (office leasing) mengalami koreksi sebesar 11 persen menjadi Rp 62 miliar," kata Minarto Basuki, Direktur Keuangan dan Sekretaris Perusahaan PWON.

Secara keseluruhan, porsi retail leasing memberikan kontribusi sebesar 63 persen terhadap total pendapatan perusahaan. Sementara itu, penjualan properti melalui kondominium dan rumah tapak masing-masing memberikan andil sebesar 8 persen dan 5 persen dari total pemasukan.

Performa keuangan yang positif ini juga terlihat dari kenaikan EBITDA sebesar 10 persen menjadi Rp 916 miliar. Margin EBITDA perusahaan pun mengalami peningkatan dari posisi 54 persen menjadi 56 persen pada awal tahun ini.

Pada sisi pemasaran, perusahaan membukukan marketing sales senilai Rp 316 miliar, di mana 34 persen di antaranya didorong oleh pemanfaatan program insentif PPN DTP dari pemerintah. Realisasi penjualan ini didominasi oleh segmen kondominium dan perkantoran sebesar 69 persen.

Perusahaan telah merealisasikan belanja modal sebesar Rp 164 miliar sepanjang tiga bulan pertama tahun 2026. Alokasi dana tersebut difokuskan pada kelanjutan proyek konstruksi Pakuwon Mall Surabaya tahap 5 serta pengembangan konsep superblok di kota-kota besar lainnya.

Artikel terkait

Rekomendasi