Laba Bersih Chandra Daya Investasi Turun 70,2 Persen Kuartal I/2026

Laba Bersih Chandra Daya Investasi Turun 70,2 Persen Kuartal I/2026
Foto: Ilustrasi Laba Bersih Chandra Daya Investasi Turun 70,2 Persen Kuartal I/2026.

Emiten milik Prajogo Pangestu, PT Chandra Daya Investasi Tbk (CDIA), mencatatkan penurunan laba bersih sebesar 70,2 persen secara tahunan menjadi US$8,40 juta pada kuartal I/2026. Penurunan performa bottom line ini terjadi di tengah pertumbuhan pendapatan dua digit akibat lonjakan beban operasional dan keuangan.

Berdasarkan laporan keuangan kuartal I/2026 yang tidak diaudit, pendapatan perseroan sebenarnya meningkat 19,1 persen menjadi US$41,24 juta dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Kenaikan ini didorong oleh segmen penjualan daya listrik dan jasa kelistrikan yang mencapai US$22,77 juta serta lonjakan jasa sewa kapal sebesar 44,7 persen, sebagaimana dilansir dari Market.

Pertumbuhan pendapatan tersebut tidak mampu mengimbangi kenaikan beban pokok pendapatan yang naik 22,5 persen menjadi US$31,16 juta. Selain itu, CDIA menghadapi tekanan dari beban umum dan administrasi yang melambung 37,4 persen serta beban keuangan yang melonjak signifikan sebesar 64,1 persen menjadi US$10,19 juta.

Kinerja pendapatan antar-segmen menunjukkan hasil yang bervariasi sepanjang tiga bulan pertama tahun ini. Penjualan daya listrik masih menjadi kontributor utama, sementara segmen baru seperti sewa gudang dan jasa lainnya mulai mencatatkan pemasukan meski nilainya masih di bawah US$1 juta.

Kinerja Pendapatan Per Segmen CDIA Kuartal I/2026
Segmen PendapatanNilai (Juta US$)Pertumbuhan (YoY)
Daya Listrik & Jasa Kelistrikan22,777,7%
Jasa Sewa Kapal13,8844,7%
Penjualan Bahan Bakar2,55-0,4%
Sewa Tangki & Dermaga1,23-8,2%
Sewa Gudang0,41Baru
Jasa Lainnya0,39Baru

Hingga akhir Maret 2026, total aset CDIA tercatat mengalami kenaikan 9 persen sejak awal tahun menjadi US$1,90 miliar. Di sisi lain, kewajiban atau total liabilitas perusahaan membengkak 26,1 persen menjadi US$766,44 juta, sementara total ekuitas tercatat sedikit terkoreksi 0,1 persen ke angka US$1,13 miliar.

Artikel terkait

Rekomendasi