Emiten milik Prajogo Pangestu, PT Chandra Daya Investasi Tbk (CDIA), mencatatkan penurunan laba bersih sebesar 70,2 persen secara tahunan menjadi US$8,40 juta pada kuartal I/2026. Penurunan performa bottom line ini terjadi di tengah pertumbuhan pendapatan dua digit akibat lonjakan beban operasional dan keuangan.
Berdasarkan laporan keuangan kuartal I/2026 yang tidak diaudit, pendapatan perseroan sebenarnya meningkat 19,1 persen menjadi US$41,24 juta dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Kenaikan ini didorong oleh segmen penjualan daya listrik dan jasa kelistrikan yang mencapai US$22,77 juta serta lonjakan jasa sewa kapal sebesar 44,7 persen, sebagaimana dilansir dari Market.
Pertumbuhan pendapatan tersebut tidak mampu mengimbangi kenaikan beban pokok pendapatan yang naik 22,5 persen menjadi US$31,16 juta. Selain itu, CDIA menghadapi tekanan dari beban umum dan administrasi yang melambung 37,4 persen serta beban keuangan yang melonjak signifikan sebesar 64,1 persen menjadi US$10,19 juta.
Kinerja pendapatan antar-segmen menunjukkan hasil yang bervariasi sepanjang tiga bulan pertama tahun ini. Penjualan daya listrik masih menjadi kontributor utama, sementara segmen baru seperti sewa gudang dan jasa lainnya mulai mencatatkan pemasukan meski nilainya masih di bawah US$1 juta.
| Segmen Pendapatan | Nilai (Juta US$) | Pertumbuhan (YoY) |
|---|---|---|
| Daya Listrik & Jasa Kelistrikan | 22,77 | 7,7% |
| Jasa Sewa Kapal | 13,88 | 44,7% |
| Penjualan Bahan Bakar | 2,55 | -0,4% |
| Sewa Tangki & Dermaga | 1,23 | -8,2% |
| Sewa Gudang | 0,41 | Baru |
| Jasa Lainnya | 0,39 | Baru |
Hingga akhir Maret 2026, total aset CDIA tercatat mengalami kenaikan 9 persen sejak awal tahun menjadi US$1,90 miliar. Di sisi lain, kewajiban atau total liabilitas perusahaan membengkak 26,1 persen menjadi US$766,44 juta, sementara total ekuitas tercatat sedikit terkoreksi 0,1 persen ke angka US$1,13 miliar.