PT Barito Pacific Tbk. (BRPT) mencatatkan pertumbuhan kinerja keuangan yang signifikan pada tiga bulan pertama tahun 2026. Perusahaan milik konglomerat Prajogo Pangestu ini berhasil mengantongi laba bersih senilai US$90,48 juta atau setara dengan Rp1,53 triliun.
Dilansir dari Market, pencapaian tersebut menunjukkan lonjakan hingga ratusan persen jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya. Pertumbuhan laba bersih yang fantastis ini berjalan selaras dengan capaian pendapatan perseroan yang sangat solid.
Berdasarkan laporan keuangan kuartal I/2026 yang belum diaudit, BRPT membukukan total pendapatan mencapai US$2,57 miliar. Angka ini mencerminkan kenaikan sebesar 232,18% secara year on year (YoY) yang dipicu oleh performa kuat di pasar luar negeri.
Pendorong utama meroketnya pendapatan perseroan berasal dari lini bisnis ekspor petrokimia dan kilang. Sektor ini mencatatkan pertumbuhan luar biasa sebesar 926,52% YoY, dari posisi US$195,17 juta menjadi US$2 miliar.
Kondisi berbeda terlihat pada pasar domestik yang justru mengalami sedikit tekanan. Pendapatan dari pasar dalam negeri tercatat turun tipis 2,04% YoY menjadi US$566,78 juta pada akhir Maret 2026.
Penurunan di pasar domestik dipengaruhi oleh segmen petrokimia dan kilang yang merosot 6,24% menjadi US$165,16 juta. Namun, segmen energi dan sumber daya pihak ketiga masih mampu tumbuh 9,76% menjadi US$165,16 juta.
Struktur Beban dan Keuntungan Kurs
Kenaikan pendapatan yang masif juga diikuti dengan peningkatan sejumlah pos beban produksi. Biaya bahan baku serta beban manufaktur perseroan menyentuh angka US$1,88 miliar, atau naik 211,57% dibanding tahun lalu.
Selain itu, BRPT mengeluarkan biaya penjualan sebesar US$19,76 juta yang meningkat 94,49% YoY. Di sisi lain, perseroan mendapatkan tambahan dari keuntungan kurs mata uang asing sebesar US$10,32 juta, tumbuh 32,82% secara tahunan.
Secara keseluruhan, laba sebelum pajak BRPT pada triwulan pertama tahun ini bertengger di angka US$335,25 juta. Nilai tersebut menunjukkan lompatan sebesar 496% jika dibandingkan dengan kuartal pertama tahun 2025.
Pertumbuhan Aset dan Ekuitas
Laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk tercatat sebesar US$90,48 juta. Angka ini melejit 459,90% YoY jika disandingkan dengan laba bersih kuartal I/2025 yang hanya sebesar US$16,16 juta.
Dari sisi neraca keuangan, total aset Barito Pacific per akhir Maret 2026 mengalami kenaikan 1,53% year to date (YtD) menjadi US$17,62 miliar. Posisi ekuitas perseroan juga menguat 4,39% YtD ke angka US$6,31 miliar.
Sementara itu, jumlah liabilitas atau kewajiban perusahaan tercatat relatif stabil dengan kenaikan tipis 0,01% YtD. Total liabilitas BRPT hingga akhir periode ini berada di level US$11,31 miliar.