PT Berdikari Pondasi Perkasa Tbk. (BDKR) berhasil membukukan kenaikan laba bersih sebesar 7,55 persen secara tahunan menjadi Rp4,93 miliar pada kuartal pertama 2026. Capaian ini diraih meski pendapatan perseroan mengalami penyesuaian sebesar 9,4 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Dilansir dari Market, emiten konstruksi spesialis ini mengantongi pendapatan sebesar Rp97,6 miliar pada periode Januari-Maret 2026. Angka tersebut menurun dari posisi Rp107,72 miliar pada kuartal I/2025 yang disebabkan oleh faktor pengaturan waktu pengakuan proyek di lapangan.
Kualitas profitabilitas perseroan tercatat meningkat dengan margin laba bruto naik menjadi 43,31 persen dari posisi sebelumnya 41,61 persen. Selain itu, beban bunga perusahaan terpangkas signifikan sebesar 45,37 persen yang memperkuat fleksibilitas keuangan perusahaan dalam menjalankan operasional.
Direktur Operasional BDKR Tan Franciscus menjelaskan bahwa peningkatan aktivitas operasional akan terjadi secara bertahap pada kuartal-kuartal mendatang seiring dengan pipeline kontrak yang telah diamankan perusahaan.
"Perseroan akan terus mengedepankan strategi selektivitas proyek, optimalisasi utilisasi alat, serta efisiensi biaya untuk menjaga profitabilitas. Di saat yang sama, pengelolaan keuangan yang prudent akan tetap menjadi prioritas guna mendukung pertumbuhan yang sehat dan berkelanjutan," ujar Tan Franciscus, Direktur Operasional BDKR.
Pihak manajemen menekankan bahwa penurunan pendapatan di awal tahun merupakan dinamika normal dalam siklus industri konstruksi dan tidak menunjukkan adanya pelemahan pada fundamental usaha perseroan.
"Kami melihat hasil kuartal pertama ini sebagai bukti bahwa langkah efisiensi dan pengelolaan keuangan yang kami lakukan mulai memberikan hasil yang nyata. Fokus kami bukan hanya pada pertumbuhan, tetapi juga pada kualitas kinerja yang berkelanjutan," ujar Tan Franciscus, Direktur Operasional BDKR.
Kinerja operasional BDKR saat ini ditopang oleh sejumlah proyek strategis, termasuk pemeliharaan PLTB di Tolo, Sulawesi Selatan. Perseroan juga terlibat dalam pembangunan Terminal Kalibaru Tahap 1B, jetty multipurpose di Wanam Merauke, serta terminal LPG di Tuban.