PT Bank Panin Tbk. (PNBN) berhasil mencatatkan laba sebelum pencadangan dan pajak (unaudited) mencapai Rp1,29 triliun pada kuartal I/2026. Perolehan tersebut menunjukkan pertumbuhan sebesar 5,4 persen secara year-on-year (yoy) dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya, sebagaimana dilansir dari Finansial pada Kamis (30/4/2026).
Presiden Direktur PaninBank Herwidayatmo menjelaskan bahwa perusahaan mengambil langkah proaktif dalam memperkuat fundamental keuangan. Fokus utama perseroan saat ini adalah meningkatkan pencadangan guna memitigasi risiko penurunan kualitas pada portofolio kredit yang dikelola.
"Pada tahun 2026, PaninBank meningkatkan pencadangan untuk mengantisipasi penurunan kualitas portfolio kredit," kata Herwidayatmo, Presiden Direktur PaninBank.
Peningkatan biaya pencadangan tercatat sebesar 33,16 persen menjadi Rp350,7 miliar pada tiga bulan pertama tahun ini. Setelah dialokasikan untuk cadangan tersebut, Bank Panin membukukan laba bersih sebesar Rp743,3 miliar pada akhir Maret 2026.
Dari sisi laporan posisi keuangan, total aset konsolidasi perseroan berada pada angka Rp225,36 triliun. Penyaluran kredit tercatat sebesar Rp140,34 triliun, yang mana manajemen menerapkan prinsip selektif dengan menitikberatkan pada profil risiko debitur dan kualitas aset.
Struktur pendanaan bank diperkuat melalui pertumbuhan dana murah, di mana saldo Giro melonjak 14,7 persen menjadi Rp13,52 triliun. Langkah ini dilakukan untuk memastikan efisiensi biaya dana serta menjaga likuiditas tetap solid di tengah kondisi pasar yang dinamis.
Kekuatan permodalan Bank Panin tercermin dari total modal yang mencapai Rp54,29 triliun dengan rasio kecukupan modal (CAR) di level 37,07 persen. Sementara itu, Loan to Deposit Ratio (LDR) terjaga pada posisi 89,05 persen untuk mendukung ekspansi kredit di kuartal berikutnya.
Selain penguatan aspek finansial, perseroan melakukan akselerasi pada sektor teknologi lewat peluncuran aplikasi mobile banking MyPanin pada Februari 2026. Inovasi ini didukung oleh operasional 514 kantor cabang di seluruh wilayah Indonesia guna menjaga pertumbuhan bisnis secara berkelanjutan.