Selebritas Kylie Jenner menghadapi gugatan hukum dari mantan asisten rumah tangganya (ART) atas dugaan kegagalan dalam menangani praktik rasisme dan perundungan di lingkungan kerjanya pada Rabu (22/4/2026). Dilansir dari Detikcom melalui laporan TMZ, tuntutan ini diajukan oleh Angelica Vasquez yang mengeklaim mengalami tindakan diskriminatif selama bekerja di kediaman sang bintang di California.
Angelica Vasquez secara resmi melayangkan gugatan terhadap dua kepala ART, yakni Patsy dan Elsi, yang bertindak sebagai pengawasnya. Berdasarkan dokumen hukum, Vasquez mulai bekerja untuk keluarga Kardashian di Beverly Hills pada September 2024 sebelum akhirnya dipindahkan ke kediaman Kylie Jenner di Hidden Hills satu minggu kemudian.
Selama bertugas di Hidden Hills, Vasquez mengeklaim mendapatkan perlakuan tidak menyenangkan dan pengucilan dari para pengawasnya. Tindakan intimidasi tersebut dilaporkan terjadi secara berkelanjutan hingga mengganggu kondisi mental sang pekerja.
"Patsy mempertanyakan kehadiran Angelica, memaksanya untuk menunggu dengan seorang petugas keamanan, menegaskan kalau kehadirannya gak diinginkan," tulis kutipan dokumen gugatan yang diajukan Angelica.
Vasquez menyebutkan bahwa dirinya kerap diberikan beban kerja paling berat yang tidak bersedia dilakukan oleh staf lainnya. Selain masalah beban kerja, ia mengaku menjadi sasaran intimidasi yang berkaitan dengan latar belakang identitas serta aksen bicaranya di depan rekan kerja lain.
"Dikecualikan dari tim pekerja, dikecilkan di depan publik, dipermalukan di hadapan rekan kerja karena ras, bangsa, dan agama; mengarah ke intimidasi dan perlakuan yang merendahkan," lanjut dokumen tersebut.
Kylie Jenner terseret dalam laporan ini lantaran dinilai abai dan tidak memberikan solusi atas konflik antarpekerja yang terjadi di dalam rumahnya. Vasquez menyatakan bahwa lingkungan kerja yang tidak suportif tersebut menyebabkan dirinya mengalami gangguan stres pascatrauma (PTSD) dan kecemasan berlebih.
Penggugat diketahui telah berhenti dari pekerjaannya pada Agustus 2025 setelah setahun bekerja. Saat ini, Vasquez menuntut ganti rugi materiil atas upah yang belum dibayar, kompensasi atas penderitaan emosional, serta tuntutan ganti rugi hukuman terhadap pihak tergugat.