Tim Nasional Indonesia U-17 bersiap menghadapi Malaysia dalam laga lanjutan Piala AFF U-17 di Stadion Gelora Joko Samudro, Gresik, pada Kamis (16/4/2026) malam. Dilansir dari Bola, pelatih Kurniawan Dwi Yulianto menegaskan kewaspadaan tinggi terhadap skuat lawan walau sang rival sebelumnya menderita kekalahan telak dari Vietnam.
Kondisi fisik para pemain Garuda Muda dilaporkan dalam keadaan bugar, kecuali penyerang Mierza Firjatullah yang masih dalam pemantauan tim medis. Kurniawan menyampaikan informasi terkait kesiapan skuatnya di sela sesi latihan terbuka di Stadion Gelora 10 November, Surabaya, Rabu (15/4/2026) malam.
"Hampir semua dalam kondisi fit ya, enggak ada masalah. Kemarin yang tidak fit hanya satu pemain saja, Mierza karena pertandingan yang pertama ada sedikit gangguan di pahanya," ungkap Kurniawan, Pelatih Timnas U-17.
Staf kepelatihan saat ini masih menanti perkembangan terbaru dari tim dokter mengenai kesiapan sang penyerang. Penegasan diberikan bahwa prioritas utama adalah kesehatan pemain untuk jangka panjang dibandingkan memaksakan tampil di laga terdekat.
"Karena kita perlu report dari tim medis kita, dan kalau memang tidak 100%, kita tidak akan paksakan [Mierza bertanding] karena untuk pertandingan-pertandingan berikutnya, dan kami tetap percaya dengan pemain yang ada karena menurut kami mereka siap 100%," tegas Kurniawan, Pelatih Timnas U-17.
Analisis tim pelatih menunjukkan bahwa Malaysia tetap memiliki potensi ancaman yang besar berdasarkan permainan mereka di babak sebelumnya. Kurniawan mencatat adanya dominasi permainan yang ditunjukkan oleh anak asuh Shukor Adan tersebut sebelum mereka kehilangan kendali di babak kedua.
"Kalau melihat hasil memang mereka kalah 4-0, tapi secara permainan kita sudah menganalisa gameplan mereka di babak pertama, mereka kontrol pertandingan juga," ungkap Kurniawan, Pelatih Timnas U-17.
Aspek lain yang menjadi perhatian adalah kekompakan antarpemain Malaysia yang mayoritas berasal dari satu akademi sepak bola yang sama. Faktor ini dianggap memberikan keunggulan dalam hal koordinasi di atas lapangan hijau.
"Kita tekankan ke para pemain bahwa Malaysia bukan tim sembarangan. Mereka berkumpul cukup lama di satu akademi di Malaysia. Jadi, secara chemistry mereka sudah terbangun," beber Kurniawan, Pelatih Timnas U-17.
Strategi khusus telah disiapkan untuk meredam permainan lawan, terutama dengan memanfaatkan keunggulan postur tubuh pemain Indonesia. Kurniawan menginstruksikan anak asuhnya untuk tidak meremehkan lawan dan tetap fokus pada skema serangan maupun pertahanan yang telah direncanakan.
"Tetap fokus, tidak underestimate, dan kita coba antisipasi kontra taktikalnya lawan Malaysia. Jadi, kita akan persiapkan bagaimana kita menyerang, bertahannya. Tentu akan beda ketika kita melawan Timor Leste," tutur Kurniawan, Pelatih Timnas U-17.
Pemanfaatan bola mati diprediksi menjadi salah satu kunci untuk memecah kebuntuan dalam menghadapi pertahanan berlapis Malaysia. Tim kepelatihan telah mematangkan skenario set-piece guna mengonversi peluang menjadi gol melalui duel udara.
"Pemain belakang kita memang secara postur juga lebih tinggi, lebih besar. Jadi, kemungkinan untuk scoring saat corner tentu akan lebih besar, tapi kembali lagi depend on situation. Kita sangat concern juga untuk masalah set-piece karena kalau kita lihat Malaysia pakai lima bek. Jadi, ada kemungkinan juga set-piece itu salah satu senjata kita untuk scoring," pungkas Kurniawan, Pelatih Timnas U-17.