Mantan pemain Real Madrid Steve McManaman menyoroti kegagalan Los Blancos pada kompetisi Eropa musim 2025-2026 setelah tersingkir di babak perempat final Liga Champions UEFA. Klub raksasa Spanyol tersebut dipastikan angkat koper usai kalah dari Bayern Muenchen dengan agregat skor 4-6, sebagaimana dilansir dari Bola.
Kekalahan skuad asuhan Alvaro Arbeloa terjadi dalam dua pertemuan tanpa sekalipun meraih kemenangan. Pada leg pertama, Madrid tumbang 1-2 di kandang sendiri, sementara saat bertandang ke Allianz Arena, mereka kembali menelan kekalahan dengan skor ketat 3-4.
McManaman menilai hasil buruk tersebut berakar dari kondisi internal tim yang memberikan kekuatan terlalu besar kepada para pemain bintang. Ia menegaskan bahwa situasi ini menjadi kendala utama bagi stabilitas performa tim di lapangan hijau.
"Para pemain adalah bos di Real Madrid," kata McManaman.
Pria yang membela Madrid pada periode 1999-2003 ini membandingkan kendali manajerial di Santiago Bernabeu dengan klub besar Inggris lainnya. Ia mencatat perbedaan mencolok dalam hal otoritas pelatih terhadap anggota skuad.
"Pemain memiliki kekuatan yang luar biasa," ujar McManaman.
Kesenjangan peran antara pelatih dan pemain dianggap sebagai pemicu ketidakseimbangan di dalam tim. McManaman berpendapat bahwa pelatih seharusnya memegang kendali penuh sebagaimana yang terjadi di Liverpool atau Manchester City.
"Saya pikir itulah inti permasalahannya," kata McManaman.
Sorotan terhadap keharmonisan tim sempat memuncak saat penyerang Kylian Mbappe bereaksi terhadap gol Ante Budimir pada laga melawan Osasuna, 21 Februari 2026. McManaman menilai sosok seperti Arne Sloth dan Pep Guardiola memiliki posisi yang lebih kuat dibandingkan pelatih Madrid saat ini.
"Arne Sloth adalah bos di Liverpool, Pep Guardiola merupakan bos di Manchester City. Akan tetapi, para pemain adalah bos di Real Madrid," tutur McManaman.
Pengalaman masa lalu di era Galacticos menjadi dasar argumen McManaman mengenai sulitnya mengelola ego para bintang besar. Saat masih aktif bermain, ia pernah berada di satu ruang ganti bersama nama-nama ikonik seperti Zinedine Zidane, Luis Figo, dan Ronaldo Nazario.
Meskipun menghadapi tantangan internal di masa itu, McManaman tercatat sukses menyumbangkan banyak gelar bagi Real Madrid. Koleksi trofinya mencakup dua gelar Liga Champions, dua titel LaLiga, serta masing-masing satu trofi Piala Super Spanyol dan Piala Super Eropa.