Kredit Pintar Perkuat Literasi Keuangan Mahasiswa di Yogyakarta

Kredit Pintar Perkuat Literasi Keuangan Mahasiswa di Yogyakarta
Foto: Ilustrasi Kredit Pintar Perkuat Literasi Keuangan Mahasiswa di Yogyakarta.

Platform pinjaman daring Kredit Pintar memberikan edukasi literasi keuangan kepada mahasiswa di Fakultas Ekonomi dan Bisnis UPN Veteran Yogyakarta pada Rabu (6/5/2026). Kegiatan bertajuk Pindar Mengajar ini bertujuan memperkuat pemahaman generasi muda mengenai manajemen risiko dan pengelolaan keuangan digital.

Dilansir dari Money, inisiatif ini muncul di tengah tingginya adopsi teknologi finansial pada segmen usia 18 hingga 23 tahun. Perusahaan mencatat bahwa kelompok usia tersebut berkontribusi sebesar 15 persen dari total nasabah sepanjang tahun 2025.

Head of Risk Kredit Pintar, Revana Aryani, menekankan bahwa edukasi merupakan instrumen krusial bagi masyarakat untuk memahami penggunaan layanan keuangan secara bertanggung jawab. Langkah ini diambil untuk memastikan akses finansial dibarengi dengan pemahaman risiko yang memadai.

ÔÇ£Kami percaya bahwa membangun fondasi bangsa dimulai dari generasi muda. Program ÔÇÿPindar MengajarÔÇÖ adalah wujud komitmen kami untuk berkontribusi dalam meningkatkan literasi keuangan, sehingga masyarakat tidak hanya memiliki akses ke layanan keuangan, tetapi juga memahami cara menggunakannya secara bijak,ÔÇØ ujar Revana Aryani, Head of Risk Kredit Pintar.

Revana menambahkan bahwa tren penggunaan layanan digital pada anak muda tidak selalu selaras dengan pemahaman mendalam mengenai dampaknya. Hal ini mendasari perlunya pengambilan keputusan finansial yang lebih rasional sejak dini.

ÔÇ£Untuk itu, kami ingin mengajak mahasiswa untuk memahami pentingnya pengelolaan keuangan pribadi sejak dini, mengenali risiko dalam penggunaan layanan keuangan digital, serta mengambil keputusan finansial secara rasional dan bertanggung jawab,ÔÇØ kata Revana Aryani, Head of Risk Kredit Pintar.

Head of Brand & Communications Kredit Pintar, Puji Sukaryadi, menjelaskan bahwa profil nasabah muda mencerminkan dinamika ekosistem keuangan digital saat ini. Edukasi berkelanjutan menjadi kunci agar pemanfaatan teknologi tetap terukur.

ÔÇ£Sejalan dengan fokus perusahaan dalam memperkuat literasi keuangan generasi muda, Kredit Pintar mencatat bahwa segmen nasabah berusia 18 hingga 23 tahun menjadi salah satu kelompok pengguna yang cukup signifikan dalam ekosistem layanan keuangan digital. Data internal menunjukkan bahwa kelompok usia ini mencerminkan tingginya adopsi teknologi finansial di kalangan anak muda, sekaligus menegaskan pentingnya edukasi yang berkelanjutan agar pemanfaatan layanan pinjaman daring dilakukan secara bijak, terukur, dan bertanggung jawab,ÔÇØ ujar Puji Sukaryadi, Head of Brand & Communications Kredit Pintar.

Puji juga menyoroti pentingnya sinergi antara regulator, asosiasi, dan lembaga pendidikan. Upaya kolektif ini diharapkan mampu menciptakan lingkungan keuangan yang lebih aman bagi generasi mendatang.

ÔÇ£Melalui kolaborasi antara AFPI, Kredit Pintar sebagai anggota platform Pindar, OJK, dan institusi pendidikan, diharapkan tercipta ekosistem keuangan digital yang lebih sehat, aman, dan berkelanjutan di kalangan generasi muda Indonesia,ÔÇØ tutur Puji Sukaryadi, Head of Brand & Communications Kredit Pintar.

Secara performa bisnis, perusahaan mencatatkan penyaluran pinjaman di Daerah Istimewa Yogyakarta mencapai Rp 55 miliar hingga pertengahan 2026. Sementara di wilayah Pulau Jawa, total penyaluran menyentuh angka Rp 2,5 triliun.

Pada periode tahun 2025, total penyaluran pinjaman perusahaan melampaui Rp 9,5 triliun dengan akumulasi sejak tahun 2017 mencapai Rp 63 triliun. Hingga saat ini, aplikasi layanan tersebut telah diunduh oleh 36 juta pengguna.

Artikel terkait

Rekomendasi