Kopi Tuku Sesuaikan Harga Menu Es Kopi Susu Tetangga

Kopi Tuku Sesuaikan Harga Menu Es Kopi Susu Tetangga
Foto: Ilustrasi Kopi Tuku Sesuaikan Harga Menu Es Kopi Susu Tetangga.

Kedai Kopi Tuku resmi melakukan penyesuaian harga pada menu andalannya, Es Kopi Susu Tetangga (KST), dari Rp 18.000 menjadi Rp 25.000 mulai Jumat, 24 April 2026. Kebijakan ini diambil sebagai langkah adaptasi manajemen terhadap perubahan biaya operasional dan upaya menjaga kualitas produk di tengah ketidakpastian rantai pasok global.

Dilansir dari Money, manajemen Kopi Tuku mengungkapkan bahwa perubahan harga ini dilakukan secara bertahap dan tidak menyasar seluruh menu secara merata. Beberapa produk mengalami kenaikan, namun ada pula menu yang harganya tetap atau justru diturunkan demi keberlangsungan usaha jangka panjang.

"Seiring waktu berjalan, banyak hal ikut berubah. Seperti halnya bertumbuh, penyesuaian menjadi bagian yang tak terpisahkan," tulis manajemen Kopi Tuku melalui unggahan di media sosial resminya.

Pihak pengelola berharap langkah tersebut dapat memberikan ruang bagi perusahaan untuk terus memberikan pelayanan kepada pelanggan setia mereka di tengah dinamika industri saat ini.

"Semoga langkah ini memberi ruang untuk terus bertumbuh, terus hadir dan terus saling jaga, seperti biasa," lanjut pernyataan itu.

Manajemen menekankan bahwa keputusan ini bukan sekadar persoalan angka, melainkan bentuk komitmen untuk mempertahankan standar kualitas rasa yang selama ini menjadi ciri khas Tuku.

"Terima kasih untuk tetangga yang sudah membersamai setiap cerita, dalam setiap pasang surut," tulis manajemen.

Langkah ini juga dipandang sebagai strategi untuk memperkuat fondasi bisnis agar tetap mampu bersaing dan berkembang bersama komunitas pelanggan mereka.

"langkah ini diambil untuk menjaga yang sudah ada, sekaligus memberi ruang untuk bertumbuh bersama," lanjutnya.

Meskipun harga mengalami kenaikan cukup signifikan, sejumlah pelanggan memberikan reaksi yang cenderung stabil. Mayoritas penikmat kopi tetap memberikan dukungan selama konsistensi rasa tidak mengalami perubahan akibat kebijakan baru tersebut.

"Harga boleh naik, tapi yang penting rasanya jangan berubah," ujar salah satu pelanggan setia Kopi Tuku.

Kendati tetap setia, beberapa konsumen memberikan catatan terkait kebijakan promosi dan pengembangan layanan digital demi meningkatkan loyalitas pembeli di masa depan.

"Sudah harga naik tidak pernah ada promo, sakit hati, tapi tetap beli," lanjut pembeli lainnya.

Seorang pelanggan tetap lainnya bahkan menyarankan agar Tuku mulai mengadopsi teknologi aplikasi sebagaimana yang dilakukan oleh kompetitor di industri serupa.

"Gimana kalau Tuku bikin aplikasi member, ngumpulin poin, soalnya saya beli tiap hari," kata seorang pelanggan setia Tuku.

Kenaikan harga di sektor kuliner ini tidak lepas dari tekanan global di Selat Hormuz yang memicu gangguan logistik dan lonjakan harga bahan baku plastik sebesar 30 hingga 50 persen. Komoditas polyethylene (PE) dan polypropylene (PP) yang menjadi bahan utama kemasan makanan dan minuman melonjak drastis akibat gangguan distribusi dari Timur Tengah.

Sekretaris Jenderal Dewan Pengurus Ikatan Pedagang Pasar Indonesia (IKAPPI), Reynaldi Sarijowan, memaparkan bahwa kenaikan harga kemasan plastik terjadi secara bertahap setiap pekannya sejak bulan puasa tahun ini.

"Setiap pekannya, sejak pekan kedua puasa itu bervariasi, ada yang 500 perak, ada yang 700 perak, dan melihat situasi hari ini, memang hampir seluruh jenis plastik yang PE dan PP ini mengalami lonjakan mencapai 50 persen, bahkan ada yang 100 persen," kata Reynaldi.

Hingga saat ini, CEO Toko Kopi Tuku, Andanu Prasetyo, belum memberikan keterangan lebih lanjut mengenai detail biaya produksi spesifik yang memengaruhi penyesuaian harga menu tersebut.

Artikel terkait

Rekomendasi