Koperasi Merah Putih Yogyakarta Produksi Ribuan Seragam Batik ASN

Koperasi Merah Putih Yogyakarta Produksi Ribuan Seragam Batik ASN
Foto: Ilustrasi Koperasi Merah Putih Yogyakarta Produksi Ribuan Seragam Batik ASN.

Sebanyak 32 Koperasi Kelurahan Merah Putih (KKMP) di Kota Yogyakarta aktif memproduksi seragam batik Yogya Segoro Amarto Reborn untuk aparatur sipil negara dan menyediakan bahan pokok meskipun belum memiliki gerai fisik, seperti dilansir dari Media Indonesia pada Sabtu (16/5/2026).

Pemerintah Kota Yogyakarta mencatat bahwa keterbatasan lahan menjadi kendala utama belum dibangunnya infrastruktur gerai untuk koperasi tersebut. Walau demikian, aktivitas ekonomi penunjang usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) tetap berjalan di lahan milik para pengurus.

"Jadi Koperasi Merah Putih sudah punya delapan unit (usaha) untuk pengecapan batik. Kemarin sudah berhasil melayani sebanyak 6.500 PNS seragam batik Segoro Amarto, semua sudah dibikin oleh Koperasi Merah Putih," terang Hasto Wardoyo, Wali Kota Yogyakarta.

Hasto Wardoyo menjelaskan bahwa setahun lalu wilayahnya masih kekurangan perajin batik cap untuk skala besar. Saat ini, delapan KKMP telah mampu memproduksi batik tersebut secara mandiri.

"Sekarang ini Koperasi Merah Putih menyiapkan diri untuk produksi batik gelombang kedua untuk anak-anak sekolah yang jumlahnya 65.000. Saya kira, kita ingin mewujudkan kemampuan Koperasi Merah Putih menghidupkan UMKM dan pengrajin batik di Kota Yogyakarta," papar Hasto Wardoyo.

Guna mendukung kelangsungan ke depan, Kasultanan Ngayogyakarta memberikan hak penggunaan lahan atau palilah seluas 3.000 meter persegi di Umbulharjo. Lahan tersebut akan dibagi untuk infrastruktur gerai, budi daya lele bioflok, serta program pertanian terpadu.

"Kita ingin membikin pupuk dkemudian nanti pupuknya juga bisa dijual. Ini sekaligus mengatasi sampah, karena sampah jadi pupuk," lanjut Hasto Wardoyo.

Pemerintah daerah mencatat pergerakan koperasi ini sudah tersebar di sebagian besar wilayah. Fokus usaha yang dikembangkan disesuaikan dengan potensi lokal yang ada di setiap kelurahan.

"Kita memang mendorong KKMP punya aktivitas itu berdasarkan potensi lokal," ujar Tri Karyadi Riyanto, Kepala Dinas Perindustrian Koperasi dan UKM Kota Yogyakarta.

Tri Karyadi Riyanto menambahkan bahwa unit usaha saat ini mencakup layanan keuangan tanpa kantor, penyediaan logistik, hingga kemitraan dengan sektor perhotelan. Aktivitas ini juga diarahkan untuk mendukung operasional program Makan Bergizi Gratis.

"Koperasi Kelurahan Merah Putih Gunungketur menjadi salah satu unit yang telah menyelesaikan ratusan lembar pakaian dinas. Manajemen bersama dinilai membantu stabilitas produksi perajin lokal.

"Produksi batik, lanjut dia, lebih eksis karena ada instruksi wali kota untuk seragam Segoro Amarto. Dengan adanya koperasi ini, manajemennya jadi lebih gampang dan para pengrajin batik bisa terus produksi setelah stok habis," kata Reza Murtaza, Ketua KKMP Gunungketur.

Reza Murtaza menyatakan saat ini pihaknya memproduksi rutin sekitar 40 lembar batik setiap siklus kerja untuk menjaga ketersediaan stok. Langkah ini diambil guna memenuhi permintaan dari sektor pendidikan seperti guru taman kanak-kanak hingga sekolah menengah pertama.

Artikel terkait

Rekomendasi