Kebun Raya Bogor menyelenggarakan acara musik bertajuk "Sunset di Kebun" pada Minggu (10/5/2026) dengan konsep pertunjukan senja yang mengutamakan kenyamanan pengunjung. Festival ini mengintegrasikan hiburan musik di area terbuka hijau dengan kampanye pelestarian tanaman langka bagi para generasi muda.
Acara ini menghadirkan suasana santai yang memungkinkan penonton menikmati penampilan musisi tanpa harus berdesak-desakan, sebagaimana dilansir dari Megapolitan. Konsep tersebut menarik minat pengunjung dari berbagai daerah, termasuk mereka yang baru pertama kali menghadiri konser musik.
Seorang pengunjung asal Cikarang, Juli, memberikan apresiasi terhadap atmosfer lokasi yang dinilainya sejuk dan sesuai dengan harapan awal. Pria berusia 24 tahun ini mengaku telah merencanakan kehadirannya sejak Maret 2026 demi merasakan pengalaman menonton konser di ruang terbuka.
"Ini pertama saya sih, pertama ikut konser. Bagus sih tempatnya juga enak, tempatnya adem. Sesuai ekspektasi dan ini konsernya duduk juga enak enggak terlalu cape, bisa sambil santai juga," ungkap Juli.
Juli menjelaskan bahwa dirinya sudah mempersiapkan kunjungan ini jauh-jauh hari agar bisa menikmati alunan musik dalam suasana yang nyaman.
"Udah dari sekitar dua bulan lalu ngerencanainnya," tambah Juli.
Selain Juli, pengunjung lain bernama Rey menilai durasi acara yang berakhir sebelum larut malam menjadi daya tarik tersendiri. Ayah berusia 31 tahun itu menganggap skema tersebut sangat ideal untuk dinikmati bersama anggota keluarga.
"Seru aja sih, maksudnya acaranya juga enggak terlalu malam, bisa family," kata Rey.
Rey juga menyoroti aspek keamanan dan kenyamanan karena minimnya kepadatan penonton di lokasi pertunjukan.
"Lebih chill aja, santai, nontonnya juga ya enggak ada desak-desakan tadi itu," ujarnya.
Pihak penyelenggara menegaskan bahwa festival ini bukan sekadar hiburan komersial, melainkan sarana komunikasi untuk isu-isu ekologi. Managing Director PT Mitra Natura Raya, Marga Anggrianto, menyebut musik menjadi jembatan efektif dalam menyosialisasikan program konservasi milik Kebun Raya.
"Pesan-pesan lingkungan seperti konservasi, terus promosi tumbuhan tanaman langka, dan sebagainya. Untuk Sunset kali ini, tanaman langka yang kita promosikan atau yang kita kampanyekan di Sunset adalah Hoya, which is kita sebutnya adalah plant heroes," jelas Marga.
Pengetahuan mengenai tanaman langka tersebut juga diberikan kepada para musisi pengisi acara agar pesan pelestarian dapat tersampaikan lebih luas kepada audiens anak muda.
"Sesungguhnya itu adalah media kita atau cara kita untuk edukasi lingkungan ke anak muda," tuturnya.
Selain pertunjukan musik, panitia menyediakan berbagai aktivitas tambahan seperti lokakarya merangkai bunga untuk menambah pemahaman pengunjung terhadap flora.