Kondisi Fisik Istirahat PSG Diuntungkan Jelang Final Liga Champions

Kondisi Fisik Istirahat PSG Diuntungkan Jelang Final Liga Champions
Foto: Ilustrasi Kondisi Fisik Istirahat PSG Diuntungkan Jelang Final Liga Champions.

Pertandingan final Liga Champions 2026 yang mempertemukan Arsenal dan PSG di Puskas Arena, Budapest, diprediksi akan berjalan ketat. Namun, raksasa Prancis dinilai memiliki keunggulan besar dari aspek kebugaran pemain menjelang laga puncak tersebut.

Dilansir dari Suara, Arsenal menghadapi jadwal kompetisi yang jauh lebih padat sepanjang musim ini dibandingkan dengan PSG. Klub asal London tersebut tercatat telah melakoni 63 pertandingan, sedangkan skuad asuhan Luis Enrique baru melewati 56 laga.

Data BBC Sport menunjukkan bahwa susunan pemain utama Arsenal di semifinal Liga Champions mencatat total menit bermain di kompetisi domestik yang signifikan. Para starter Arsenal bermain 6,726 menit lebih banyak daripada pilar inti PSG di liga domestik musim ini.

Kedalaman skuad serta dominasi di Ligue 1 membuat Luis Enrique leluasa menerapkan rotasi pemain. Kebijakan ini membuat kondisi fisik para pemain bintang PSG tetap terjaga dan lebih segar menuju final.

Marquinhos menjadi salah satu contoh nyata dari strategi rotasi tersebut. Kapten tim asal Brasil ini tampil 14 kali di Liga Champions, jumlah yang sama dengan total penampilannya di Ligue 1 sepanjang musim.

Bahkan, Marquinhos sempat tidak bermain satu menit pun di kompetisi domestik pada periode 13 Februari hingga 19 April. Meski demikian, bek tengah ini selalu bermain penuh dalam enam laga PSG di Liga Champions pada kurun waktu tersebut.

Kondisi serupa dialami oleh Ousmane Dembele yang baru saja dinobatkan sebagai Pemain Terbaik Ligue 1. Penyerang sayap tersebut tercatat hanya satu kali tampil penuh selama 90 menit di liga domestik musim ini.

Beban Pertandingan Skuad Arsenal

Hal berbeda terjadi di kubu Arsenal yang terus mengandalkan kerangka pemain inti mereka di setiap laga. Kiper David Raya selalu bermain penuh sebelum akhirnya diistirahatkan saat melawan Crystal Palace setelah juara Liga Inggris dipastikan.

Pemain kunci lain seperti Declan Rice, William Saliba, Gabriel Magalhaes, dan Martin Zubimendi juga menjadi tumpuan utama. Mereka semua mencatatkan lebih dari 30 pertandingan sebagai starter di Premier League musim ini.

Perbedaan tensi kompetisi domestik turut memengaruhi kondisi kedua tim. Ligue 1 memberi ruang rotasi lebih besar bagi PSG, sementara persaingan Premier League berjalan jauh lebih ketat dan menguras energi.

PSG sudah mengunci gelar juara Ligue 1 sejak 13 Mei lalu dan mengantongi waktu istirahat selama 13 hari sebelum final. Sebaliknya, Arsenal hanya memiliki waktu jeda selama enam hari menjelang laga perebutan trofi tertinggi Eropa.

Luis Enrique mengakui bahwa mengelola kondisi fisik para pemain merupakan tantangan yang rumit sepanjang musim. Pelatih asal Spanyol tersebut mengibaratkan proses rotasi pemain seperti menyusun balok permainan.

"I harus berbicara dengan pemain satu per satu. Ini tidak mudah, seperti bermain Tetris," kata Enrique.

Walaupun PSG memiliki keunggulan dari segi kebugaran, Arsenal tetap mengusung motivasi tinggi. Klub berjuluk The Gunners tersebut datang dengan rasa percaya diri besar setelah berhasil mengakhiri penantian 22 tahun untuk kembali menjuarai Liga Inggris.

Artikel terkait

Rekomendasi