Kolaborasi Dunia Usaha dan Akademik Dorong Inovasi Pangan Lokal

Kolaborasi Dunia Usaha dan Akademik Dorong Inovasi Pangan Lokal
Foto: Ilustrasi Kolaborasi Dunia Usaha dan Akademik Dorong Inovasi Pangan Lokal.

POTENSI pangan lokal Indonesia dinilai masih sangat besar untuk dikembangkan menjadi solusi pangan masa depan. Namun di tengah tantangan ketahanan pangan, perubahan pola konsumsi, hingga kebutuhan inovasi berbasis kesehatan, riset dinilai tidak cukup berhenti di laboratorium.

Kolaborasi antara dunia usaha dan akademik semakin dibutuhkan agar hasil penelitian dapat berkembang menjadi inovasi yang relevan, aplikatif, dan berdampak nyata bagi masyarakat. Kebutuhan tersebut juga sejalan dengan upaya mendorong lahirnya generasi peneliti muda yang tidak hanya kuat secara akademik, tetapi juga inovatif, adaptif, dan memiliki pola pikir scientific-preneur. Dalam konteks ini, pengembangan riset pangan berbasis potensi dan kearifan lokal dinilai menjadi salah satu sektor strategis yang dapat terus diperkuat di Indonesia.

Upaya memperkuat ekosistem riset pangan berbasis potensi lokal itu salah satunya dilakukan melalui Program Indofood Riset Nugraha (IRN). Program bantuan riset bagi mahasiswa S1 yang dikembangkan PT Indofood Sukses Makmur Tbk tersebut tahun ini memasuki dua dekade pelaksanaannya. Diluncurkan pertama kali pada 2006 sebagai kelanjutan dari Program Bogasari Nugraha yang dimulai sejak 1998, IRN menjadi salah satu program pengembangan sumber daya manusia di bidang riset pangan yang konsisten berjalan selama 20 tahun.

Head of Corporate Communications PT Indofood Sukses Makmur Tbk, Stefanus Indrayana, mengatakan program tersebut diharapkan dapat terus mendorong lahirnya generasi peneliti muda Indonesia yang mampu menghadirkan solusi bagi masyarakat.

ÔÇ£Tahun ini, pelaksanaan Program Indofood Riset Nugraha memasuki usia ke-20 tahun, sebuah wujud nyata komitmen kami untuk mendukung semangat generasi peneliti muda Indonesia. Bertepatan dengan momentum peringatan Hari Kebangkitan Nasional, kami berharap IRN dapat terus membangkitkan semangat peneliti muda Indonesia menjadi scientific-preneur yang inovatif, yang siap berkontribusi bagi masyarakat dan bangsa, khususnya dalam mengembangkan potensi pangan lokal kita menjadi solusi dan peluang usaha yang berdampak,ÔÇØ ujarnya.

Selama dua dekade pelaksanaannya, Program IRN telah menerima lebih dari 8.300 proposal penelitian dan mendanai lebih dari 1.100 penelitian mahasiswa dari lebih dari 200 universitas dan perguruan tinggi di Indonesia, mulai dari Aceh hingga Papua. Guru Besar IPB sekaligus Ketua Tim Pakar IRN, Prof Purwiyatno Hariyadi, menilai generasi muda memiliki peran penting dalam menjawab tantangan pangan masa depan Indonesia.

ÔÇ£Untuk mewujudkan visi Indonesia Emas, diperlukan generasi peneliti yang tidak hanya cerdas secara akademi, tapi berani untuk bereksplorasi dan berinovasi, terutama dalam mengoptimalkan potensi serta kearifan lokal guna melahirkan solusi masa depan,ÔÇØ katanya.

Menurutnya, Indonesia memiliki kekayaan pangan lokal dan pangan fungsional yang sangat besar, namun tantangannya adalah bagaimana hasil riset dapat ditransformasikan menjadi solusi yang memberi dampak luas.

"Tantangannya adalah bagaimana riset tidak berhenti di laboratorium, melainkan mampu mentransformasi potensi tersebut menjadi solusi pangan masa depan yang memberikan dampak ganda: meningkatkan derajat kesehatan masyarakat sekaligus menggerakkan roda ekonomi masyarakat,ÔÇØ jelasnya.

Selain memberikan bantuan dana penelitian, IRN juga melibatkan tim pakar lintas disiplin ilmu dari berbagai perguruan tinggi dan sektor industri. Para pakar dari bidang teknologi pangan, sosial ekonomi, pertanian, peternakan, gizi dan kesehatan, perikanan dan kelautan, genetika, hingga praktisi industri terlibat dalam proses seleksi, pendampingan, hingga evaluasi hasil penelitian mahasiswa. Para peserta juga dibekali pelatihan soft skill untuk membangun karakter peneliti muda yang kritis, kreatif, dan tangguh menghadapi perkembangan industri pangan.

Selama 20 tahun perjalanannya, IRN juga membentuk jejaring alumni lintas generasi yang kini berkiprah sebagai peneliti, akademisi, profesional, entrepreneur, hingga penggerak inovasi pangan di berbagai daerah dan negara.

Salah satu alumni IRN, Prof. Fenny Martha Dwivany yang kini menjadi Guru Besar ITB, mengatakan pengalaman mengikuti IRN turut membentuk pola pikir kritis dan kolaboratif dalam perjalanan kariernya sebagai peneliti.

Sementara itu, alumni IRN angkatan 2017 yang kini bergabung di tim R&D Indofood, Mariska Priscilla, menilai pendampingan bersama tim pakar selama program berlangsung membantunya melihat riset sebagai solusi yang relevan bagi kebutuhan industri dan masyarakat.

Adapun alumni lainnya, Ratu Salsabila Astrakusuma yang kini melanjutkan kiprahnya sebagai scientific research enthusiast di Lille, Prancis, menyebut IRN memberikan keberanian untuk mengembangkan potensi pangan menjadi inovasi yang berdaya saing.

Tahun ini, rangkaian Program Indofood Riset Nugraha 2026ÔÇô2027 akan dimulai melalui kegiatan sosialisasi ke berbagai universitas pada Juni 2026, dilanjutkan pembukaan pendaftaran hingga akhir Agustus 2026, proses seleksi tim pakar, hingga Simposium Pangan Nasional IRN pada Oktober 2026 sebagai ruang apresiasi dan diskusi inovasi pangan masa depan. (E-4)

- Langkah Konkret dan Terintegrasi Perkuat Ketahanan Pangan Lokal Papua 30/4/2026 20:23 Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Papua, sejumlah komoditas pangan seperti daging ayam ras, ikan tuna, ikan cakalang, dan sayuran jadi penyumbang utama inflasi pada Maret 2026.

- Pangan Lokal Bisa Jadi Solusi Sehat dan Berkelanjutan untuk Menu Ramadan 10/3/2026 16:37 Keunggulan utama pangan lokal terletak pada kandungan nutrisi alaminya yang mampu menjaga kebugaran selama menjalankan ibadah puasa.

- Diet Mediterania 2.0: Cara Menurunkan Berat Badan 2026 dengan Kearifan Lokal 21/2/2026 18:02 Diet Mediterania 2.0 menjawab tantangan tersebut dengan mengintegrasikan superfood lokal yang mudah ditemukan di pasar tradisional dengan harga terjangkau.

- Optimalisasi Kacang Hijau: Solusi Pangan Lokal Murah untuk Tekan Angka Stunting 11/2/2026 07:47 Pemanfaatan kacang hijau untuk mengatasi stunting dinilai sangat relevan karena aksesnya yang mudah, harga terjangkau, serta kandungan gizi yang tinggi.

- Susu bukan Satu-Satunya Sumber Protein, Ahli Gizi: Optimalkan Pangan Lokal 12/1/2026 05:42 Dalam konsep piramida gizi seimbang, susu hanyalah salah satu opsi dari kelompok sumber protein.

- Hilirisasi Nikel Topang Nasionalisme Ekonomi dan Warga Lokal 18/5/2026 18:08 Hilirisasi nikel bukan sekadar kebijakan industri, melainkan simbol harga diri bangsa. Simak refleksi nasionalisme ekonomi dan dampaknya bagi warga lokal.

- Perkuat Ketahanan Pangan dan Industri, Indonesia Jajaki Kerja Sama Alat Berat dengan Belarus 15/5/2026 11:34 Menko Perekonomian Airlangga Hartarto mengunjungi industri strategis Belarus untuk memperkuat mekanisasi pertanian, otomotif, dan alat berat pertambangan.

- BSI Semakin Diminati, Tabungan Tumbuh Tertinggi di Industri 13/5/2026 06:42 PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk (BSI) mencatatkan pertumbuhan Tabungan tertinggi di industri. Hal tersebut didorong tingginya antusias berhaji yang berdampak pada lonjakan nasabah

- Pameran di PIK2, Transformasi Industri Percetakan dan Kemasan 06/5/2026 20:32 Pameran GPPE & LCBE 2026 resmi digelar di NICE PIK2, menghadirkan inovasi teknologi percetakan dan pengemasan global untuk mendorong kolaborasi B2B di Indonesia.

- Manajemen Proyek Didorong Lebih Fokus pada Pendekatan Berbasis Nilai yang Relevan 04/5/2026 20:13 PENGELOLAAN proyek disebut harus lebih fokus pada pendekatan yang lebih strategis dan berbasis nilai yang relevan. Hal itu disebut sebagai hal krusial yang menggeser paradigma lama.

Artikel terkait

Rekomendasi