Kisah Inspiratif Mak Netty dan Ibu Fitri Bangkit Lewat Ekosistem Digital

Kisah Inspiratif Mak Netty dan Ibu Fitri Bangkit Lewat Ekosistem Digital
Foto: Ilustrasi Kisah Inspiratif Mak Netty dan Ibu Fitri Bangkit Lewat Ekosistem Digital.

Ketangguhan perempuan sering kali muncul sebagai mekanisme pertahanan saat kehidupan tidak berjalan sesuai rencana. Semangat untuk terus melangkah ini terpancar dari kisah dua mitra di ekosistem Grab, Mak Netty dan Ibu Fitri, yang memilih berdikari demi keluarga.

Dilansir dari Kompas, kedua sosok ini merepresentasikan semangat Kartini modern yang tidak menyerah pada keadaan. Meski memiliki latar belakang berbeda, keduanya sama-sama memanfaatkan akses layanan keuangan digital untuk mempertahankan dan membangun kembali stabilitas ekonomi mereka.

Mak Netty memulai perjalanannya sebagai pengemudi GrabBike pada tahun 2018 di usia yang telah melewati kepala lima. Langkah berani ini diambil setelah suaminya jatuh sakit dan membutuhkan biaya pengobatan rutin yang tidak sedikit.

Sebelumnya, Mak Netty merupakan seorang pengajar yang memutuskan berhenti demi merawat orang tuanya yang sakit. Namun, keterbatasan finansial keluarga memaksanya kembali ke lapangan kerja dengan memanfaatkan fasilitas GrabModal by OVO Finansial.

"Ketika kondisi kesehatan suami semakin menurun, saya harus bekerja lebih keras lagi dan lebih aktif," kata Mak Netty.

Pinjaman awal sebesar Rp 2 juta ia gunakan untuk biaya pengobatan suami. Ia juga sempat menggunakan bantuan serupa saat ponsel yang menjadi alat kerjanya mengalami kerusakan fatal di tengah situasi sulit.

"Boleh nangis, tapi (hidup) tetap harus berjalan," ujar Mak Netty.

Meski suaminya kini telah berpulang, Mak Netty tetap teguh memilih kemandirian. Ia tetap bekerja sebagai pengemudi ojek online tanpa memedulikan pandangan miring dari sebagian keluarga yang meremehkan profesinya.

"Selama pekerjaannya baik dan tidak melanggar aturan, kenapa harus malu? Yang penting kita semua bisa membantu kehidupan keluarga," tutur Mak Netty.

Kebangkitan Ibu Fitri Setelah Terkena Penipuan Digital

Kisah inspiratif lainnya datang dari Fitri Farhatani, pemilik usaha Pecel Ayam Sambal Rampai Harjatani di Serang, Banten. Fitri harus memulai segalanya dari nol setelah kehilangan tabungan keluarga sebesar Rp 120 juta akibat penipuan phishing.

Kejadian tragis tersebut sempat mengguncang keharmonisan rumah tangganya. Namun, bermodalkan uang Rp 200 ribu pemberian ibunya, Fitri memberanikan diri membuka usaha makanan rumahan dari dapur kontrakan pada tahun 2024.

"Awalnya saya berharap bisa dapat Rp 50 ribu sampai Rp 100 ribu sehari, itu saja sudah cukup," ungkap Fitri.

Respons pasar ternyata sangat positif, di mana dagangannya ludes hanya dalam dua jam pada hari pertama. Seiring perkembangan usaha, ia memanfaatkan akses pendanaan hingga Rp 10 juta untuk memperkuat operasional bisnisnya.

"Yang paling terasa itu bukan hanya tambahan modal, tapi juga rasa lebih tenang," kata Fitri.

Berkat ketekunannya, kondisi keuangan keluarga perlahan pulih bahkan ia mampu membeli rumah secara tunai pada tahun 2026. Ia menekankan pentingnya bagi perempuan untuk percaya pada kemampuan diri sendiri dalam membangun kemandirian ekonomi.

"Jangan pernah takut untuk memulai. Perempuan juga harus berdaya dan percaya pada diri sendiri," ujar Fitri.

Akses Pendanaan Bagi Ratusan Ribu Mitra

Data menunjukkan bahwa lebih dari 445.000 mitra pengemudi dan pelaku UMKM telah mengakses pendanaan melalui GrabModal by OVO Finansial. Total penyaluran dana sejak layanan ini diluncurkan telah mencapai angka lebih dari Rp 6 triliun.

Layanan yang berada di bawah pengawasan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) ini dirancang dengan skema pembayaran yang menyesuaikan pendapatan harian mitra. Hal ini bertujuan memberikan fleksibilitas bagi para pejuang ekonomi seperti Mak Netty dan Ibu Fitri dalam mengelola arus kas usaha mereka.

Artikel terkait

Rekomendasi