Pemerintah Provinsi Jawa Timur menyalurkan bantuan sosial khusus bagi para pengemudi ojek daring atau ojek online (ojol) di Kota Malang pada Rabu (22/4/2026). Langkah ini diambil sebagai upaya nyata pemerintah dalam menjaga ketahanan ekonomi keluarga para pekerja di sektor informal.
Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, hadir langsung untuk mendistribusikan paket sembako serta bahan bakar minyak (BBM) secara cuma-cuma. Seperti dilansir dari Kompas, kegiatan tersebut menyasar sekitar 160 pengendara ojol yang berkumpul di sebuah SPBU di Jalan Ciliwung, Kota Malang.
"Kali ini berbagi dengan para pengendara ojek daring, ada sembako dan ada BBM. Kami bersama-sama memberikan penguatan," kata Khofifah, Rabu, dikutip Antara.
Penyaluran bantuan ini juga diselaraskan dengan momentum peringatan Hari Kartini. Mayoritas penerima manfaat merupakan pengemudi perempuan, termasuk para ibu tunggal yang menjadi tumpuan utama ekonomi keluarga mereka.
Khofifah mencatat bahwa beberapa di antara penerima bantuan tersebut juga harus merawat anggota keluarga dengan kebutuhan khusus atau disabilitas. Hal ini menunjukkan dedikasi luar biasa dari para pekerja informal tersebut dalam mempertahankan kesejahteraan rumah tangga.
"Sebagian dari mereka itu single mom ada, di antaranya juga ada yang memiliki anggota keluarga disabilitas. Jadi usaha mereka sangat luar biasa," ujar Khofifah.
Gubernur menjelaskan bahwa pelaksanaan program ini merupakan hasil kolaborasi dari berbagai elemen. Sinergi tersebut melibatkan pihak Pertamina, Dinas Sosial Jawa Timur, hingga dukungan dari komunitas ojek daring setempat.
Pemerintah Provinsi Jawa Timur menegaskan bahwa perlindungan sosial tidak hanya terpaku pada pemberian bantuan langsung. Khofifah menyatakan bahwa terdapat skema berkelanjutan untuk meningkatkan kapasitas dan kemampuan individu masyarakat.
"Kalau di Surabaya setiap Kamis sore mereka ada forum pelatihan, yang tujuannya menciptakan kemandirian dan guna membentuk ketahanan juga bagi setiap keluarga," ujar dia.
Melalui integrasi berbagai program tersebut, pihak pemerintah daerah berharap dampak positif dari bantuan ini dapat dirasakan secara jangka panjang. Fokus utamanya adalah terciptanya kemandirian ekonomi bagi para driver ojol dan keluarga mereka.