Bulan Zulhijah menjadi salah satu waktu yang penuh kemuliaan dalam kalender Islam. Umat muslim sangat dianjurkan untuk meningkatkan amal ibadah pada periode ini, termasuk melaksanakan puasa Arafah yang jatuh pada 9 Zulhijah, tepat sehari sebelum perayaan Hari Raya Idul Adha.
Ibadah sunnah ini memiliki keistimewaan yang sangat besar bagi yang menjalankannya. Dilansir dari Detikcom, salah satu keutamaan utamanya adalah ganjaran berupa pengampunan dosa selama dua tahun, sebagaimana yang termaktub dalam hadits Rasulullah SAW.
Landasan pelaksanaan dan keutamaan ibadah ini merujuk pada sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Abu Qatadah RA. Dalam riwayat tersebut, Rasulullah SAW memberikan penjelasan mengenai pahala besar bagi orang yang berpuasa pada hari Arafah.
"Puasa Arafah, aku berharap kepada Allah agar puasa itu dapat menghapus dosa satu tahun sebelumnya dan satu tahun sesudahnya." (HR Muslim)
Sabda Rasulullah SAW tersebut menjadi dasar yang kuat bagi umat Islam mengenai besarnya kasih sayang Allah SWT. Momentum ini kemudian banyak dimanfaatkan sebagai sarana untuk mendekatkan diri dan memohon ampunan.
Maksud dan Ketentuan Dosa yang Terhapus
Meskipun hadits menyebutkan penghapusan dosa selama dua tahun, terdapat batasan mengenai jenis dosa yang dimaksud. Berdasarkan buku Fiqih Puasa karya Dr. Thoat Setiawan dan tim, ampunan dosa satu tahun lalu dan satu tahun yang akan datang tersebut dikhususkan untuk dosa-dosa kecil (shaghair).
Melalui ketentuan ini, kekhilafan kecil yang pernah dilakukan seorang hamba dapat diampuni melalui berkah puasa Arafah. Sebaliknya, dosa-dosa besar (kabair) tidak bisa terhapus secara otomatis hanya dengan mengamalkan puasa sunnah.
Pelaku dosa besar tetap diwajibkan untuk melaksanakan taubat nasuha secara khusus. Proses taubat ini harus disertai dengan rasa penyesalan yang mendalam, menghentikan perbuatan maksiat tersebut, serta memiliki tekad kuat untuk tidak mengulangi kembali kesalahan yang sama.
Besarnya keutamaan puasa Arafah menjadi bukti konkrit dari luasnya rahmat Allah SWT kepada hambanya. Melalui amalan yang dikerjakan dalam durasi satu hari, seorang muslim berkesempatan membersihkan diri dari noda dosa-dosa kecil selama dua tahun.
Kelebihan ini menjadi daya dorong tersendiri bagi kaum muslimin untuk mengisi bulan Zulhijah dengan berbagai amalan positif. Selain berpuasa, umat Islam juga disarankan memperbanyak dzikir, bersedekah, serta mengoptimalkan ibadah-ibadah lainnya.
Pihak yang Dianjurkan Menjalankan Puasa Arafah
Anjuran mengenai siapa saja yang sebaiknya mengamalkan ibadah ini tertuang dalam buku Puasa Bukan Hanya Saat Ramadhan karya Ahmad Sarwat Lc. Puasa Arafah ditujukan bagi umat Islam yang sedang tidak melaksanakan ibadah haji.
Bagi jemaah haji yang sedang melaksanakan wukuf di Padang Arafah, ibadah puasa ini justru tidak disarankan untuk dikerjakan. Larangan tersebut bertujuan menjaga ketahanan fisik jemaah agar tetap prima dalam menyelesaikan seluruh rangkaian rukun dan wajib haji yang menguras energi.
Penamaan puasa Arafah sendiri diambil dari momentum berkumpulnya seluruh jemaah haji dari berbagai penjuru dunia di Padang Arafah pada tanggal 9 Zulhijah.