Ketegangan Geopolitik Global Percepat Adopsi Mobil Listrik Dunia

Ketegangan Geopolitik Global Percepat Adopsi Mobil Listrik Dunia
Foto: Ilustrasi Ketegangan Geopolitik Global Percepat Adopsi Mobil Listrik Dunia.

Permintaan kendaraan listrik global diproyeksikan tumbuh melampaui estimasi awal akibat lonjakan harga minyak yang dipicu oleh ketegangan geopolitik antara Amerika Serikat dan Iran pada Sabtu (25/4/2026). Dilansir dari Otomotif, situasi ini menjadi katalisator bagi konsumen dunia untuk beralih dari kendaraan konvensional ke energi baru.

Presiden Jetour International, Ke Chuandeng, mengonfirmasi bahwa pasar kendaraan energi baru atau New Energy Vehicle (NEV) saat ini telah berada dalam fase ekspansi yang sangat agresif. Di China, tingkat penetrasi pasar untuk teknologi ramah lingkungan ini dilaporkan telah menyentuh angka 50 persen.

ÔÇ£Hari ini, pasar kendaraan energi baru global telah memasuki tahap pertumbuhan pesat, yang juga membawa tantangan baru bagi kami. Pada 2025, penetrasi energi baru di China telah mencapai 50 persen dan masih terus tumbuh,ÔÇØ ujar Ke Chuandeng, Presiden Jetour International.

Pihak manajemen Jetour memperkirakan komposisi pasar otomotif di Negeri Tirai Bambu tersebut akan berubah drastis dalam kurun waktu tiga tahun ke depan. Sektor kendaraan listrik murni atau Battery Electric Vehicle (BEV) diprediksi akan menguasai 60 persen pasar, sementara sisa porsinya dibagi rata antara model hibrida dan mesin pembakaran internal.

Kondisi serupa terjadi di wilayah lain di mana penetrasi BEV di pasar Eropa mulai mendekati angka 30 persen. Ke Chuandeng menekankan bahwa gangguan pasokan energi akibat konflik internasional berperan besar dalam perubahan perilaku pasar otomotif global saat ini.

ÔÇ£Terutama baru-baru ini karena adanya masalah antara Amerika Serikat dan Iran. Hal ini menyebabkan harga minyak naik terlalu tinggi, dan beberapa pasar seperti Australia mungkin tidak memiliki cukup pasokan minyak,ÔÇØ ucap Ke Chuandeng, Presiden Jetour International.

Efek dari ketidakstabilan pasokan bahan bakar tersebut mulai dirasakan langsung oleh pelaku bisnis dan pengguna kendaraan di negara-negara pengimpor energi. Banyak pihak mulai mempertimbangkan ulang rencana mobilitas mereka seiring dengan tingginya biaya operasional kendaraan bermesin bensin.

ÔÇ£Ini berarti situasi telah berubah total, yang akan mendorong dan mempercepat akselerasi kendaraan energi baru di dunia, misalnya di Australia dan beberapa pasar Asia,ÔÇØ kata Ke Chuandeng, Presiden Jetour International.

Agresivitas produsen otomotif asal China dalam memperkenalkan teknologi bersaing dengan harga kompetitif turut memperkuat posisi EV sebagai solusi transportasi yang stabil. Konsumen kini cenderung memprioritaskan efisiensi jangka panjang di tengah dinamika harga minyak mentah yang sulit diprediksi.

ÔÇ£Orang-orang semakin banyak mencari mobil listrik murni, terutama untuk merek Tiongkok, segalanya telah berubah,ÔÇØ ujar Ke Chuandeng, Presiden Jetour International.

Artikel terkait

Rekomendasi