Kesadaran para pengendara sepeda motor di Indonesia terhadap mitigasi risiko kebakaran dinilai masih sangat rendah meski aktivitas berkendara jarak jauh kini menjadi gaya hidup populer. Kurangnya pemahaman ini mencakup penanganan dini saat terjadi gangguan kelistrikan atau kebocoran bahan bakar.
Dilansir dari Otomotif, faktor pemicu kebakaran pada kendaraan roda dua sangat beragam, mulai dari korsleting sistem kelistrikan hingga modifikasi yang tidak sesuai standar keamanan. Hal ini diperparah dengan minimnya pengetahuan pengendara mengenai langkah darurat yang harus diambil saat api muncul.
Pendiri Jakarta Defensive Driving Consulting (JDDC), Jusri Pulubuhu, mengungkapkan bahwa aspek keselamatan dari ancaman api belum menjadi prioritas bagi sebagian besar biker di tanah air.
"Fire safety awareness atau kesadaran tentang kebakaran itu masih minim. Banyak yang mau belajar setelah ada kejadian," ujar Jusri, saat dihubungi Kompas.com, belum lama ini.
Penegasan mengenai pentingnya pola pikir preventif juga disampaikan guna menghindari risiko tinggi di jalan raya. Jusri menilai bahwa pengendara tidak seharusnya hanya bersikap responsif atau sekadar mengandalkan bantuan dari pihak lain saat situasi darurat terjadi.
"Harusnya, para pengendara motor itu lebih proaktif. Sebelum ada kejadian, sudah dibekali pengetahuan tentang kebakaran," kata Jusri.
Indikator rendahnya literasi keselamatan kebakaran ini juga terlihat dari sulitnya menemukan Alat Pemadam Api Ringan (APAR) di area publik maupun hunian. Jusri menambahkan bahwa ketersediaan APAR seharusnya menjadi standar dasar teknis dalam persiapan berkendara.
Masalah lain muncul dari kecenderungan anggota komunitas motor yang lebih menyukai sesi praktik lapangan dibandingkan pendalaman teori keselamatan. Padahal, pemahaman teori merupakan landasan penting agar pengendara tidak panik dan mampu mengambil tindakan tepat.
"Banyak juga dari komunitas itu maunya langsung ke praktik, tidak mau belajar soal teorinya. Padahal, teori pun tidak kalah penting," ujarnya.
Risiko kebakaran motor sebelumnya sempat terjadi di Jalan Gunung Sahari, Jakarta Utara, pada Kamis (18/9/2025). Insiden tersebut menjadi pengingat pentingnya kesiapan komunitas motor untuk menjadi garda terdepan dalam mitigasi risiko kebakaran di jalan raya.