Modifikasi pelapisan ulang atau retrim dasbor menggunakan kulit sintetis kini diminati para pemilik kendaraan di Bogor untuk mempercantik interior sekaligus merawat mobil agar lebih tahan lama, seperti dilansir dari Otomotif pada Minggu (17/5/2026).
Namun, daya tahan material hasil modifikasi ini sangat dipengaruhi oleh cara perawatan sehari-hari karena kesalahan kecil dapat memicu kerusakan. Jika tidak dirawat dengan benar, permukaan dasbor rawan menjadi kusam, retak, atau lapisan kulit sintetisnya menjadi getas.
Kerusakan pada komponen interior tersebut sering kali dipicu oleh kelalaian pemilik kendaraan dalam mengantisipasi paparan suhu ekstrem. Karakteristik area dasbor menjadikannya wilayah yang paling rawan mengalami penurunan kualitas akibat posisi yang langsung berhadapan dengan kaca depan.
"Sebab dasbor merupakan area yang rentan menghadapi cuaca panas saat mobil sering terjemur matahari. Lambat laun mudah retak atau getas, cukup olesi saja dengan lotion agar lapisan kulit pada dasbor tetap lembab dengan kain lembut," kata Aditia, Kepala Toko Raja Jok Mobil Car Interior di Bogor.
Selain faktor suhu udara, aplikasi zat pembersih yang tidak tepat juga mempercepat kerusakan lapisan sintetis pelindung. Banyak pemilik kendaraan keliru menggunakan produk berbasis alkohol, seperti tisu basah atau minyak wangi semprot kabin, yang justru memicu reaksi negatif pada material.
"Bahkan saat Covid-19 itu banyak yang rusak dasbor mobilnya karena pemilik mobil kerap menyemprotkan hand sanitizer. Akhirnya lapisan kulit dasbor mengelupas dan dibenarkan di sini," kata Aditia.