Kemenko Pangan Taksir Kerugian Keamanan Pangan Capai Rp 30 Triliun

Kemenko Pangan Taksir Kerugian Keamanan Pangan Capai Rp 30 Triliun
Foto: Ilustrasi Kemenko Pangan Taksir Kerugian Keamanan Pangan Capai Rp 30 Triliun.

Kementerian Koordinator Bidang Pangan mengungkapkan bahwa masalah keamanan pangan di Indonesia memicu potensi kerugian ekonomi nasional sebesar Rp 20 triliun hingga Rp 30 triliun setiap tahunnya. Informasi ini disampaikan dalam Food Summit 2026 yang berlangsung di Menara Bank Mega, Jakarta Selatan, pada Senin (27/4/2026).

Deputi Bidang Koordinasi Keterjangkauan dan Keamanan Pangan Kemenko Bidang Pangan, Nani Hendiarti, menjelaskan bahwa dampak negatif ini menyasar berbagai sektor strategis, mulai dari penutupan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) hingga hambatan pada kinerja ekspor nasional, sebagaimana dilansir dari Detik Finance.

"Nah, kalau kita lihat Indonesia secara makro ini juga cukup besar, Rp 20-30 triliun per tahun yang mana kerugiannya itu bisa kita lihat dari berbagai komponen ya, terkait dengan aktivitas ekonomi, yaitu ada UMKM ditutup, lalu ekspor ditolak, pariwisata drop juga produktivitas tenaga kerja turun," kata Nani, Deputi Bidang Koordinasi Keterjangkauan dan Keamanan Pangan Kemenko Bidang Pangan.

Nani menambahkan bahwa penurunan produktivitas tenaga kerja dan pukulan terhadap sektor pariwisata menjadi kontributor utama dalam total kerugian tersebut. Selain angka nasional, pemerintah juga menyoroti data Bank Dunia yang menunjukkan skala kerugian di tingkat global yang jauh lebih masif.

"Jadi, kalau yang secara global basisnya adalah dari Bank Dunia kita lihat per tahun itu US$ 110 miliar atau sekitar Rp 1.760 triliun. Jadi, angka yang besar sekali, dan ini mencakup tiga hal dari aspek biaya kesehatan, lalu produktivitas yang hilang, dan juga ini berfokus kepada negara-negara yang menengah ke bawah," jelas Nani, Deputi Bidang Koordinasi Keterjangkauan dan Keamanan Pangan Kemenko Bidang Pangan.

Berdasarkan data dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), dampak kesehatan akibat pangan yang tidak aman secara spesifik merugikan Indonesia sekitar Rp 3 triliun per tahun. WHO mencatat setiap harinya terdapat 1,6 juta orang di dunia yang jatuh sakit akibat kontaminasi pangan yang mencakup lebih dari 200 jenis penyakit.

"Data dari WHO juga menyebutkan sebenarnya bahwa dampak-dampak kesehatannya kalau di Indonesia ini kerugiannya bisa sampai Rp 3 triliun per tahun. Tapi sebenarnya di WHO menyampaikan bahwa keamanan pangan ini juga bisa mengancam ya, kalau tidak ditangani dampaknya itu cukup besar. Jadi setiap hari 1,6 juta sakit karena tidak ada atau jaminan keamanan pangan," ungkap Nani, Deputi Bidang Koordinasi Keterjangkauan dan Keamanan Pangan Kemenko Bidang Pangan.

Persoalan ini turut berdampak pada program strategis pemerintah, seperti kasus keracunan makanan yang sempat memicu penghentian sementara program Makan Bergizi Gratis (MBG). Untuk memitigasi risiko tersebut, pemerintah kini memperkuat pengawasan melalui pemberlakuan Peraturan Pemerintah Nomor 1 Tahun 2026 tentang Keamanan Pangan.

Artikel terkait

Rekomendasi