Kabar mengejutkan datang dari tim nasional Iran menjelang perhelatan akbar Piala Dunia 2026. Penyerang andalan mereka, Sardar Azmoun, secara resmi dicoret dari daftar pemain yang akan berlaga di turnamen bergengsi tersebut.
Keputusan ini menjadi sorotan tajam mengingat Azmoun selama ini dikenal sebagai pilar utama lini depan Iran. Ketidakhadiran pemain yang dijuluki "Messi Iran" tersebut meninggalkan lubang besar dalam skuad asuhan Amir Ghalenoei.
Dugaan Motif Politik di Balik Pencoretan
Banyak pihak menduga bahwa penghapusan nama Azmoun bukan didasari oleh alasan teknis atau performa di lapangan. Keputusan ini disinyalir berkaitan erat dengan unggahan foto sang pemain di media sosial pribadinya.
Dalam unggahan tersebut, Azmoun terlihat bersalaman dengan Perdana Menteri Uni Emirat Arab (UEA), Mohammed bin Rashid Al Maktoum. Tindakan ini kabarnya memicu kemarahan otoritas di Iran karena ketegangan politik yang sedang terjadi.
Meskipun foto tersebut telah dihapus, langkah Azmoun dianggap sebagai bentuk ketidaksetiaan terhadap negara di tengah konflik regional. Hal inilah yang diduga kuat menjadi pemicu utama dicoretnya nama sang striker dari tim nasional.
Profil dan Perjalanan Karier Sardar Azmoun
Sardar Azmoun merupakan pemain kelahiran Gonbad-e Kavus pada 1 Januari 1995 yang kini telah menginjak usia 31 tahun. Ia memulai langkah profesionalnya di kancah internasional bersama klub Rusia, Rubin Kazan, pada tahun 2013 lalu.
Namanya mulai melambung saat membela Zenit Saint Petersburg, di mana ia berhasil mencatatkan 52 gol dari 79 penampilan. Ketajamannya di depan gawang membawa Azmoun hijrah ke liga top Eropa seperti Bayer Leverkusen dan AS Roma.
Berikut adalah ringkasan perjalanan karier klub Sardar Azmoun :
| Periode | Klub | Catatan Performa |
|---|---|---|
| 2013–2015 | Rubin Kazan | Mencetak 5 gol dari 27 laga. |
| 2015–2017 | Rostov | Membukukan 19 gol selama dua musim. |
| 2019–2022 | Zenit Saint Petersburg | Mencapai puncak performa dengan 52 gol. |
| 2022–Sekarang | Leverkusen, Roma, Shabab Al Ahli | Berkarier di Jerman, Italia, hingga UEA. |
Data di atas menunjukkan betapa konsistennya Azmoun sebagai penyerang tajam selama berkarier di berbagai kompetisi papan atas. Kehilangan pemain dengan jam terbang tinggi seperti dirinya tentu menjadi kerugian teknis bagi tim nasional Iran.
Komposisi Skuad Iran Tanpa Azmoun
Dengan absennya Azmoun, beban lini serang kini bertumpu pada pundak Mehdi Taremi yang saat ini memperkuat klub Yunani, Olympiacos. Taremi menjadi satu dari sembilan pemain Iran yang meniti karier profesional di luar negeri.
Menariknya, pelatih Iran tetap memanggil rekan setim Azmoun di Shabab Al Ahli, yaitu Saeid Ezatolahi. Hal ini menimbulkan tanda tanya mengapa hanya Azmoun yang harus menerima konsekuensi berat tersebut.
Secara keseluruhan, skuad Iran untuk Piala Dunia 2026 tetap didominasi oleh kombinasi pemain lokal dan talenta yang merantau. Berikut adalah persebaran pemain Iran yang merumput di liga luar negeri :
- Uni Emirat Arab: Lima pemain terpilih berasal dari kompetisi di negara ini.
- Belgia: Terdapat dua pemain yang berkarier di liga utama Belgia.
- Rusia dan Yunani: Masing-masing menyumbangkan satu pemain andalan untuk skuad nasional.
Daftar ini menunjukkan bahwa mayoritas pilar penting Iran tetap diambil dari mereka yang berkompetisi di liga internasional yang kompetitif. Meski demikian, bayang-bayang absennya sang "Messi Iran" tetap akan menjadi pembicaraan hangat sepanjang turnamen.
Kini, publik sepak bola dunia menantikan bagaimana performa "Team Melli" tanpa kehadiran pencetak 57 gol tersebut. Apakah mereka mampu melangkah jauh di Piala Dunia 2026 tanpa sosok ikonik di lini depan mereka.