Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi yang berlaku sejak Sabtu, 18 April 2026, diperkirakan akan memicu peralihan konsumsi masyarakat kelas menengah ke atas menuju kendaraan listrik (EV). Kebijakan penyesuaian harga ini dipicu oleh fluktuasi harga minyak mentah dunia serta ketegangan geopolitik di Timur Tengah.
Data dari PT Pertamina (Persero) menunjukkan lonjakan signifikan pada harga Pertamax Turbo, Dexlite, dan Pertamina Dex, sebagaimana dilansir dari Money. Direktur Eksekutif Center of Economic and Law Studies (Celios), Bhima Yudhistira Adhinegara, menyoroti perubahan perilaku konsumen ini sebagai respons atas biaya operasional kendaraan konvensional yang kian mahal.
Bhima menjelaskan bahwa segmen masyarakat yang terbiasa menggunakan bahan bakar berkualitas tinggi memiliki potensi besar untuk berpindah moda transportasi demi efisiensi jangka panjang.
"Untuk kelompok menengah ke atas yang biasa mengkonsumsi Pertamax Turbo ya, atau Pertamina Dex, ya, ada kecenderungan memang beralih ke mobil listrik atau EV," kata Bhima Yudhistira Adhinegara, Direktur Eksekutif Celios.
Meskipun demikian, transisi bagi kelompok menengah masih menemui hambatan akibat gangguan rantai pasok global di Selat Hormuz yang berdampak pada biaya produksi komponen EV. Selain itu, pengurangan insentif pemerintah pada tahun 2026 menjadi faktor pertimbangan tambahan bagi calon pembeli.
"Tapi untuk yang kelompok menengah, masih menimbang-nimbang. Karena apa? Karena efek dari gangguan produksi dan juga rantai pasok di Selat Hormuz itu berpengaruh juga terhadap komponen dan juga biaya produksi bagi EV, sehingga EV-nya juga mengalami penyesuaian yang naik," kata Bhima Yudhistira Adhinegara, Direktur Eksekutif Celios.
Penyesuaian perilaku konsumsi ini diperkirakan tidak akan seragam di setiap lapisan masyarakat karena perbedaan daya beli dan sensitivitas terhadap harga unit kendaraan di pasar otomotif saat ini.
"Kemudian juga mempertimbangkan insentif-insentif EV dan yang banyak berkurang di 2026 ini. Jadi memang setiap kelompok masyarakat itu akan memiliki perilaku konsumsi terhadap EV yang berbeda-beda," ujar Bhima Yudhistira Adhinegara, Direktur Eksekutif Celios.
Di wilayah DKI Jakarta, harga Pertamax Turbo kini mencapai Rp19.400 per liter, naik tajam dari posisi awal April sebesar Rp13.100 per liter. Kenaikan serupa terjadi pada Dexlite yang menyentuh Rp23.600 per liter dan Pertamina Dex di angka Rp23.900 per liter.
| Jenis BBM | Harga Lama (per liter) | Harga Baru (per liter) |
|---|---|---|
| Pertamax Turbo | Rp13.100 | Rp19.400 |
| Dexlite | Rp14.200 | Rp23.600 |
| Pertamina Dex | Rp14.500 | Rp23.900 |
| Pertamax (RON 92) | Rp12.300 | Rp12.300 |
| Pertamax Green | Rp12.900 | Rp12.900 |
| Pertalite (Subsidi) | Rp10.000 | Rp10.000 |
| Biosolar (Subsidi) | Rp6.800 | Rp6.800 |
Pertamina tetap mempertahankan harga untuk jenis Pertamax dan Pertamax Green guna menjaga daya beli masyarakat di segmen menengah. Demikian pula dengan harga BBM bersubsidi seperti Pertalite dan Biosolar yang tidak mengalami perubahan harga dalam kebijakan penyesuaian terbaru ini.