Kemenekraf Fasilitasi Penerbitan Buku Mode Indonesia Dokumentasikan Karya Desainer

Kemenekraf Fasilitasi Penerbitan Buku Mode Indonesia Dokumentasikan Karya Desainer
Foto: Ilustrasi Kemenekraf Fasilitasi Penerbitan Buku Mode Indonesia Dokumentasikan Karya Desainer.

Kementerian Ekonomi Kreatif memfasilitasi penyusunan buku 'Mode Indonesia' guna mendokumentasikan karya terbaik perancang busana nasional lintas era untuk memperkuat identitas budaya. Rencana ini dibahas saat Menteri Ekonomi Kreatif, Teuku Riefky Harsya, menerima audiensi komunitas Mode Indonesia di Jakarta pada Senin (11/5), sebagaimana dilansir dari Medcom.

Pemerintah memberikan dukungan berupa koordinasi lintas sektor melalui Direktorat Pengembangan Fasilitasi Kekayaan Intelektual serta Direktorat Penerbitan dan Fotografi. Langkah ini bertujuan agar distribusi dan aspek hukum karya tersebut terjamin bagi keberlanjutan ekosistem fesyen tanah air.

"Ini merupakan dokumentasi yang sangat penting bagi perkembangan fesyen Indonesia. Fondasi penerbitan, perlindungan kekayaan intelektual, hingga skema distribusinya juga harus dipersiapkan dengan matang agar manfaatnya dapat berkelanjutan," ujar Teuku Riefky Harsya, Menteri Ekonomi Kreatif.

Teuku Riefky Harsya menekankan pentingnya persiapan yang matang agar karya ini dapat menjadi rujukan utama dalam industri kreatif nasional. Ia mengapresiasi kemajuan penyusunan konten yang saat ini dinilai sudah memiliki dasar yang kuat.

"Kami melihat potensinya besar dan kontennya sudah sangat baik. Tinggal bagaimana pengembangannya dipersiapkan dengan kuat agar karya ini bisa menjadi referensi penting dalam penguatan ekosistem fesyen nasional," ujar Teuku Riefky Harsya, Menteri Ekonomi Kreatif.

Perancang busana senior Samuel Wattimena, yang memimpin audiensi tersebut, menyatakan bahwa proyek ini akan merekam jejak para desainer dari berbagai generasi. Ia juga merencanakan perluasan dokumentasi ke ranah kostum untuk seni pertunjukan seperti teater dan film.

"Buku Mode Indonesia belum pernah ada yang menggabungkan para desainer Indonesia lintas generasi. Kami berharap ini menjadi buku pertama yang dapat terus berkembang pada tahap-tahap berikutnya. Kami ingin memerlihatkan bahwa keragaman fesyen Indonesia sangat luar biasa." ujar Samuel Wattimena, Perancang Busana Senior.

Samuel menambahkan bahwa inisiatif ini diharapkan mampu memicu kolaborasi lebih luas dengan pemerintah daerah guna mengangkat potensi wastra atau kain tradisional lokal ke panggung dunia.

"Selain itu, kami juga merencanakan dokumentasi kostum film dan teater sebagai bagian dari ekosistem ekonomi kreatif Indonesia," kata Samuel Wattimena, Perancang Busana Senior.

Buku 'Mode Indonesia' dijadwalkan meluncur pada akhir Juli 2026 dalam format sampul lunak dan sampul keras. Khusus edisi sampul keras, materi akan diterjemahkan ke dalam Bahasa Inggris guna memperkenalkan keberagaman karya desainer Indonesia di pasar internasional.

Artikel terkait

Rekomendasi