Kelelahan Ekstrem dan Vertigo Parah Paksa Hindia Batalkan Konser

Kelelahan Ekstrem dan Vertigo Parah Paksa Hindia Batalkan Konser
Foto: Ilustrasi Kelelahan Ekstrem dan Vertigo Parah Paksa Hindia Batalkan Konser.

Penyanyi Hindia atau Baskara Putra dilaporkan mengalami kelelahan ekstrem hingga terserang vertigo parah saat menjalani jadwal manggung luar kota yang padat antara 11 hingga 15 Mei 2026. Kondisi kesehatan yang memburuk tersebut membuat sang musisi sempat pingsan berulang kali dalam perjalanan udara.

Kondisi tubuh pelantun lagu Cincin tersebut dilansir dari Suara mulai menurun sejak 11 Mei 2026. Meski sempat mendapatkan bantuan medis pada 12 dan 13 Mei 2026, ia tetap memaksakan diri untuk berangkat memenuhi jadwal penampilannya di Makassar.

"Saya sempat mendapatkan bantuan medis di Selasa dan Rabu (12-13 Mei), tapi sampai subuh hari keberangkatan tim kami ke Makassar di Kamis (14 Mei), keadaan tubuh saya belum membaik. Saat bangun sudah hampir jatuh beberapa kali di kamar mandi karena mulai vertigo, walau masih ringan," tulis Baskara pada Minggu, 17 Mei 2026.

Dalam kondisi fisik yang melemah, Baskara harus dibantu oleh timnya untuk dapat berjalan menuju pesawat. Setibanya di Makassar, ia langsung beristirahat di hotel dan memaksakan diri untuk tetap tampil pada malam harinya karena dorongan adrenalin, meski penampilannya diwarnai rasa mual.

Kesehatan sang penyanyi menurun drastis saat melanjutkan perjalanan menuju Balikpapan pada 15 Mei 2026. Vertigo yang dideritanya kambuh lebih parah hingga membutuhkan bantuan kursi buggy dan mobil khusus di bandara.

"Kesehatan saya menurun drastis setelah mulai perjalanan menuju airport Makassar. Vertigo saya kambuh jauh lebih parah dan berkali-kali, masuk pesawat harus dibantu buggy dan mobil khusus, serta sudah muntah beberapa kali," tulisnya.

Akibat kekurangan cairan tubuh setelah muntah berulang kali, Baskara sempat tidak sadarkan diri di dalam pesawat. Perjalanan tersebut semakin menguras fisik karena pesawat gagal mendarat di Balikpapan akibat cuaca buruk dan terpaksa kembali ke Makassar.

"Setelah takeoff ke Balikpapan pun saya muntah beberapa kali di pesawat hingga akhirnya pass out (pingsan) tidak hanya sekali, mungkin karena sudah sangat kekurangan cairan tubuh," katanya.

"Yang berarti menambah 45 menit sampai 1 jam lagi perjalanan di udara dalam keadaan saya sudah kritis," ujar Baskara.

Melihat situasi yang semakin mengkhawatirkan, tim manajemen memutuskan untuk membatalkan sisa perjalanan dan menurunkan Baskara di Makassar demi mendapatkan pertolongan medis segera.

"Tim memutuskan untuk langsung mencoret nama saya dari passenger list dan menurunkan saya di Makassar karena sudah mustahil untuk melanjutkan perjalanan tanpa mendapatkan bantuan medis secepatnya," tulis Baskara.

Baskara mengaku bahwa pada momen tersebut seluruh tubuhnya menggigil dan mengalami rasa sakit yang ekstrem, bahkan hanya untuk bergerak sedikit atau disentuh.

"Di momen tersebut, berdiri, duduk, rebahan, bahkan hanya menengok sedikit saja semuanya menciptakan mual ekstrem dan sekujur tubuh saya sudah menggigil dan sangat sakit. Lengan hanya digenggam pun terasa perih," terangnya.

"Saya sudah tidak dapat berfungsi sama sekali," lanjutnya.

Setelah ditangani oleh pihak karantina kesehatan di Makassar, Baskara akhirnya diterbangkan ke Jakarta untuk mendapatkan perawatan intensif di Instalasi Gawat Darurat (IGD) rumah sakit.

"Pemeriksaan langsung malam itu menunjukkan ada pergerakan bola mata saya yang tidak normal, kemungkinan besar menjadi sebab utama vertigo, atau sebaliknya (efek dari vertigo)," jelas Baskara.

"Namun setelah malam itu cek darah dan MRI, besok paginya (16 Mei) sekitar pukul 10.00 WIB puji Tuhan dikabarkan bahwa semua hasilnya baik. Kemungkinan besar karena kelelahan ekstrem," imbuhnya lagi.

Pemeriksaan medis mendeteksi adanya pergerakan bola mata yang tidak normal yang memicu vertigo, namun hasil cek darah serta MRI menunjukkan hasil yang baik. Di akhir penjelasannya, Baskara menyampaikan apresiasi kepada semua pihak yang telah membantunya selama masa kritis tersebut.

Artikel terkait

Rekomendasi