Kecelakaan Bus ALS dan Truk Tangki di Musi Rawas Utara Tewaskan 16 Orang

Kecelakaan Bus ALS dan Truk Tangki di Musi Rawas Utara Tewaskan 16 Orang
Foto: Ilustrasi Kecelakaan Bus ALS dan Truk Tangki di Musi Rawas Utara Tewaskan 16 Orang.

Sebanyak 16 orang dilaporkan tewas dalam kecelakaan maut yang melibatkan bus Antar Lintas Sumatera (ALS) dan sebuah truk tangki BBM di Jalan Lintas Sumatera, Kabupaten Musi Rawas Utara, Sumatera Selatan, pada Rabu (6/5/2026).

Insiden tragis tersebut memicu kritik keras dari berbagai pihak terkait standar keselamatan angkutan umum di Indonesia yang dinilai masih memiliki rapor merah. Peristiwa ini terjadi saat bus sedang melintasi jalur utama penghubung antarprovinsi tersebut, sebagaimana dilansir dari Otomotif.

Dirlantas Polda Sumsel Kombes Pol Maesa Soegriwo langsung memimpin proses olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) di lokasi kejadian pada hari yang sama. Penanganan intensif dilakukan untuk mengidentifikasi penyebab pasti tabrakan antara angkutan penumpang dan kendaraan pengangkut bahan bakar tersebut.

Ketua Dewan Pengawas Road Safety Association (RSA), Rio Octaviano menilai bahwa tragedi ini merupakan bentuk kegagalan sistem keselamatan transportasi yang bersifat berlapis. Menurutnya, kecelakaan fatal sering kali berakar dari tumpukan masalah teknis dan operasional yang tidak pernah tertangani secara tuntas.

"Indonesia sebenarnya sudah punya kerangka kerja jelas lewat Perpres Nomor 1 Tahun 2022 tentang Rencana Umum Nasional Keselamatan (RUNK) Lalu Lintas dan Angkutan Jalan 2021ÔÇô2040. Konsepnya Safe System Approach atau sistem keselamatan berlapis," ujar Rio Octaviano, Ketua Dewan Pengawas RSA.

Pihak RSA menjelaskan bahwa regulasi tersebut sudah mengatur pembagian tugas spesifik bagi kementerian dan lembaga terkait, mulai dari penyediaan infrastruktur hingga penegakan hukum. Namun, efektivitas koordinasi antarinstansi di lapangan masih menjadi hambatan klasik yang sering ditemui.

"Persoalannya bukan lagi ketiadaan regulasi, tapi seberapa serius dijalankan. Setiap stakeholder harus fokus pada tupoksinya masing-masing. Jangan sampai antar-lembaga malah masuk ke ranah lain, sementara tanggung jawab utamanya belum maksimal dijalankan," ucap Rio Octaviano, Ketua Dewan Pengawas RSA.

Analisis data nasional mengungkap fakta bahwa kecelakaan sering terjadi pada kondisi jalan lurus dan cuaca cerah, yang sering dianggap normal oleh pengendara. Hal ini mempertegas perlunya sistem perlindungan aktif yang tidak hanya mengandalkan asumsi keamanan di lapangan.

"Keselamatan jalan itu bukan sekadar urusan transportasi, tapi soal perlindungan negara terhadap nyawa rakyatnya. Jangan sampai tragedi ini hanya berhenti pada investigasi tanpa ada perubahan sistem yang nyata," kata Rio Octaviano, Ketua Dewan Pengawas RSA.

Pemerintah kini didorong untuk melakukan evaluasi total terhadap seluruh operasional armada bus antarprovinsi guna memitigasi risiko serupa di masa depan. Fokus utama diarahkan pada penguatan pengawasan kelayakan teknis kendaraan dan kedisiplinan operasional di jalur lintas Sumatera.

Artikel terkait

Rekomendasi