Kebiasaan Sepele Pengemudi Picu Kecelakaan Lalu Lintas di Jalan Raya

Kebiasaan Sepele Pengemudi Picu Kecelakaan Lalu Lintas di Jalan Raya
Foto: Ilustrasi Kebiasaan Sepele Pengemudi Picu Kecelakaan Lalu Lintas di Jalan Raya.

Distraksi ringan saat mengemudi seperti mengganti saluran radio atau melamun menjadi pemicu utama kecelakaan fatal yang sering diabaikan masyarakat. Fenomena ini dilaporkan terjadi pada Senin (4/5/2026) akibat hilangnya fokus pengemudi dalam hitungan detik saat kendaraan melaju di jalan raya.

Pelanggaran lalu lintas berat bukan satu-satunya penyebab insiden di jalan, melainkan kebiasaan yang dianggap aman namun mematikan. Mengacu pada data yang dilansir dari Otomotif, aktivitas seperti membalas pesan ponsel hingga mengatur penyejuk udara (AC) dapat mengubah situasi normal menjadi kecelakaan tidak terhindarkan.

Training Director The Real Driving Center (RDC), Marcell Kurniawan menjelaskan bahwa gangguan konsentrasi ini terbagi menjadi tiga kategori utama. Pengemudi sering kali tidak menyadari bahwa tindakan rutin di dalam kabin merupakan bentuk gangguan yang membahayakan nyawa.

"Distraksi itu terbagi menjadi tiga, yaitu visual saat mata tidak melihat jalan, manual saat tangan tidak fokus ke kemudi, and kognitif saat pikiran tidak sepenuhnya ke aktivitas berkendara," kata Marcell Kurniawan, Training Director The Real Driving Center (RDC).

Gangguan kognitif seperti memikirkan hal lain di luar konteks mengemudi dinilai paling berbahaya karena sulit dideteksi secara langsung. Marcell menyebutkan bahwa tiga jenis gangguan tersebut bahkan bisa terjadi secara simultan ketika pengemudi berinteraksi dengan sistem hiburan kendaraan.

"Banyak kasus pengemudi baru bereaksi ketika jarak sudah sangat dekat. Itu artinya sejak awal ada distraksi yang membuat dia tidak membaca situasi dengan baik," ujar Marcell Kurniawan, Training Director The Real Driving Center (RDC).

Dampak dari keterlambatan reaksi ini sangat signifikan jika dihitung berdasarkan kecepatan kendaraan. Sebagai gambaran, mobil yang melaju 60 kilometer per jam akan menempuh jarak lebih dari 16 meter hanya dalam satu detik, sehingga jeda perhatian sesaat sangat berisiko menimbulkan tabrakan.

Guna meminimalisir risiko, pengemudi diimbau untuk menyelesaikan seluruh pengaturan navigasi dan audio sebelum mulai menjalankan kendaraan. Kesadaran penuh terhadap kondisi jalan menjadi syarat mutlak dalam operasional kendaraan bermotor untuk menghindari pemicu utama kecelakaan.

"Berkendara itu membutuhkan kesadaran penuh. Hal-hal kecil yang dianggap sepele justru sering menjadi pemicu utama kecelakaan," kata Marcell Kurniawan, Training Director The Real Driving Center (RDC).

Artikel terkait

Rekomendasi