ART Herwati Ungkap Inisiatif Anak Erin Taulany Terkait Dugaan Kekerasan

ART Herwati Ungkap Inisiatif Anak Erin Taulany Terkait Dugaan Kekerasan
Foto: Ilustrasi ART Herwati Ungkap Inisiatif Anak Erin Taulany Terkait Dugaan Kekerasan.

Asisten Rumah Tangga bernama Herwati atau Hera membeberkan kronologi dugaan penganiayaan yang dilakukan oleh mantan istri Andre Taulany, Erin, di Tebet, Jakarta Selatan, pada Sabtu (9/5/2026). Dilansir dari Detik Hot, Hera mengeklaim bahwa anak Erin, Kenzy Taulany, sempat menyaksikan kondisinya sesaat setelah kejadian tersebut terjadi.

"Dia kan dengar saya dipukul, menangis," ujarnya saat ditemui di Tebet, Jakarta Selatan, Sabtu (9/5/2026).

Hera menjelaskan bahwa dirinya sempat memohon bantuan kepada Kenzy agar melaporkan kejadian itu kepada Andre Taulany. Upaya permohonan pertolongan ini dilakukan karena Hera merasa tidak berdaya menghadapi perlakuan majikannya tersebut.

"Pernah. Cuma waktu pas dibilang, 'Laporin ke Bapaknya, tolongin Mbak Hera'. 'Nanti saya itu hubungin Papa saya' dia bilang gitu. 'Tuh, Kak, bantuin Mbak Hera, Pak'," tutur Hera.

Mengenai pernyataan tersebut, kuasa hukum Hera, Ernest Hasibuan, memberikan klarifikasi untuk memastikan apakah tindakan Kenzy merupakan suruhan kliennya. Ia mempertanyakan motif di balik keinginan Kenzy untuk menghubungi Andre Taulany.

"Atas permintaan Mbak Hera atau bukan?" tanya Ernest.

Hera kemudian menegaskan bahwa niat untuk melapor kepada sang ayah sepenuhnya berasal dari Kenzy. Ia menyatakan hanya sebatas melapor kepada anak tersebut mengenai pemukulan yang ia alami tanpa memberikan perintah khusus.

"Bukan. Cuma saya minta bantuan karena saya posisi dipukul saja, nangis dan saya laporan saja gitu kan. Nggak nyuruh Mas Kenzy suruh bilang ke Pak Andre, nggak," jawab Hera.

Hera menambahkan bahwa keberanian Kenzy muncul akibat rasa iba melihat asistennya dalam kondisi tersakiti. Menurut penilaiannya, Kenzy lebih memilih mengadu kepada ayahnya lantaran merasa segan atau takut kepada sang ibu.

"Itu inisiatifnya Mas Kenzy sendiri karena mungkin kasihan ya. Saya di situ kan nggak berani ke ibunya. Mungkin ke bapaknyalah dia ngomong kayak gitu," sambungnya.

Dalam kesempatan yang sama, Hera juga menanggapi perihal komunikasi atau tanggapan dari pihak Andre Taulany mengenai konflik ini. Ia mengaku siap jika persoalan ini harus dibawa ke jalur hukum yang lebih serius.

"Kalau kamu ada bukti, kamu silakan laporkan saja balik," ujar Hera.

Meskipun melibatkan inisiatif sang anak, Ernest Hasibuan memberikan penegasan bahwa Andre Taulany tidak memiliki keterkaitan langsung dengan perkara dugaan penganiayaan ini. Fokus utama tim hukum adalah pada tindakan hukum yang dilakukan oleh Erin sebagai majikan.

"Tapi intinya teman-teman rekan media, ini nggak ada kaitannya dengan Pak Andre. Nggak ada kaitan," kata Ernest.

Ernest menyatakan pihaknya tengah fokus mencari keadilan bagi Hera atas perlakuan yang diterima selama bekerja. Langkah hukum ini diambil untuk mempertanggungjawabkan dugaan kekerasan fisik yang dialami kliennya.

"Ini hanya seperti saya sampaikan tadi, dalam proses kita mencari keadilan terhadap seorang ART yang diduga mengalami penganiayaan oleh majikannya," lanjutnya.

Pihak pelapor juga menyatakan kesiapan penuh apabila pihak Erin melakukan perlawanan hukum atau membuat laporan balik. Ernest menilai hal tersebut merupakan hak setiap warga negara dalam koridor hukum di Indonesia.

"Kalaupun nanti ada laporan dari pihak Ibu Erin, ya silakan. Mereka memanfaatkan hak hukum mereka. Kami juga siap menghadapinya kok," pungkas Ernest.

Artikel terkait

Rekomendasi