Peluang baru kini semakin terbuka bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) seiring perkembangan teknologi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI). Teknologi ini berfungsi untuk meningkatkan efisiensi sekaligus memperluas daya saing bisnis mereka.
Edukasi terkait pemanfaatan AI secara aman dan bertanggung jawab menjadi kian krusial di tengah percepatan transformasi digital. Terutama bagi para pelaku usaha yang baru memulai langkah mengadopsi teknologi digital.
Merespons kebutuhan tersebut, Kasir Pintar ikut berpartisipasi dalam agenda AIM ASEAN Roadshow Surabaya 2026, seperti dikutip dari Industri. Kasir Pintar sendiri merupakan startup yang fokus pada pemberdayaan UMKM melalui penyediaan layanan point of sales berbasis mobile.
Platform digital ini dirancang untuk menggantikan sistem kasir desktop konvensional. Melalui sistem mobile, pelaku usaha bisa mendapatkan mobilitas yang jauh lebih fleksibel dalam menjalankan operasional bisnis mereka.
Co Founder dan Chief Customer Officer Kasir Pintar, Sitti Raisya Fitri E mengungkapkan sejumlah tantangan nyata yang dihadapi pelaku UMKM saat mulai masuk ke ekosistem digital. Hambatan tersebut meliputi keterbatasan literasi digital, kekhawatiran atas keamanan data, hingga kesiapan operasional bisnis.
ÔÇ£Teknologi seharusnya hadir untuk mempermudah pelaku usaha, bukan justru membuat proses bisnis menjadi semakin rumit. Karena itu, pendekatan edukasi dan pendampingan usaha untuk pegiat UMKM menjadi hal penting dalam proses transformasi digital menyeluruh,ÔÇØ ujar Sitti Raisya Fitri E.
Penggunaan teknologi seperti aplikasi kasir digital dan sistem berbasis AI kini mulai bergeser menjadi kebutuhan strategis bagi sektor UMKM. Langkah adopsi ini efektif untuk mengoptimalkan efisiensi usaha sekaligus memperkuat posisi tawar bisnis di era digital.