Di balik tawa renyah yang kerap disuguhkan Dede Sunandar di layar kaca, tersimpan sebuah rahasia kelam yang selama dua belas tahun hanya berputar di balik dinding rumah. Karen Hertatum, perempuan asal Bogor yang selama ini dikenal sebagai sosok istri setia, akhirnya memutuskan untuk merobek tabir kesunyian itu. Melalui sebuah pengakuan emosional, ia membeberkan rentetan kepedihan yang ia pendam sejak awal masa pernikahan mereka.
Lahir pada Januari 1996, Karen Hertatum sebenarnya adalah sosok yang jauh dari hiruk-pikuk dunia hiburan. Perempuan yang kini menginjak usia 30 tahun tersebut lebih banyak menghabiskan waktunya sebagai ibu rumah tangga sekaligus menjalankan usaha kecil-kecilan sebagai perancang pesta atau party planner. Parasnya yang menawan seringkali disebut netizen setara dengan model profesional, namun prioritas hidupnya selalu tertuju pada ketiga buah hatinya.
Pernikahan Karen dan Dede dimulai pada 21 Oktober 2014 di Ciamis, dengan ikatan maskawin sederhana berupa 10 gram emas dan seperangkat alat sholat. Sejak saat itu, Karen menjadi benteng utama bagi keluarga mereka, terutama dalam mengasuh Ladz'an Syafiq Sunandar, putra kedua mereka yang mengidap Sindrom Williams, sebuah kondisi langka yang membutuhkan perhatian medis dan emosional ekstra. Namun, di tengah perjuangan membesarkan anak-anak, Karen mengaku harus berhadapan dengan sisi gelap sang suami.
Pengakuan di Balik Mikrofon
Puncaknya terjadi pada Mei 2026. Di hadapan mikrofon podcast Dilan No Filter, pertahanan Karen runtuh. Dengan suara bergetar dan air mata yang tak lagi bisa dibendung, ia menceritakan bagaimana kekerasan fisik telah menjadi bagian dari rutinitas pernikahannya bahkan tak lama setelah ia melahirkan anak pertama. Pemicunya, menurut Karen, seringkali bersifat sepele, seperti saat ia bermain gim ponsel sejenak setelah menyelesaikan semua urusan domestik.
"Saya sering dihajar habis-habisan, dijambak, dan ditarik," ujar Karen, istri Dede Sunandar.
Kisah pilu itu semakin menyayat hati ketika Karen menceritakan keterlibatan anak sulungnya, Arjuna, yang berusaha menjadi pelindung bagi sang ibu. Namun, upaya heroik sang anak justru berujung tragis bagi si kecil.
"Anak sulung saya pernah ikut menjadi korban saat mencoba melindungi ibunya, hingga bibirnya berdarah akibat tonjokan," ujar Karen, istri Dede Sunandar.
Tak berhenti pada kekerasan fisik, Karen juga melayangkan tudingan perselingkuhan yang dilakukan Dede sejak tahun 2015. Akumulasi dari rasa sakit fisik dan batin selama lebih dari satu dekade ini akhirnya membawa Karen pada satu titik tanpa jalan kembali: ia memilih untuk berpisah rumah dan membulatkan tekad untuk bercerai demi keselamatan dirinya serta anak-anak.
Sisi Lain dari Sang Komedian
Di sisi lain, Dede Sunandar tidak membantah sepenuhnya tudingan tersebut. Dalam responnya, pria yang mengawali karier dari bawah ini mengakui adanya tindakan kekerasan tersebut. Namun, ia memberikan konteks berbeda terkait pemicu ledakan emosinya, yakni adanya kabar mengenai perilaku Karen saat dirinya sedang bekerja di luar kota.
"Saya mengakui pernah melakukan KDRT karena emosi yang memuncak, termasuk saat mendengar kabar istri membawa teman cowok dan minum-minuman di rumah saat saya sedang di luar kota," ujar Dede, Komedian.
Meskipun mengakui perbuatannya, Dede memberikan catatan bahwa tidak seluruh detail yang diceritakan oleh Karen sesuai dengan fakta yang ia yakini. Baginya, situasi ini memerlukan refleksi mendalam dari kedua belah pihak.
"Tidak semua cerita Karen benar adanya dan menekankan pentingnya introspeksi dari kedua belah pihak," ujar Dede, Komedian.
Dede pun mengklaim telah mengupayakan permohonan maaf kepada pihak keluarga besar Karen, meski hingga kini pertemuan fisik untuk rekonsiliasi atau pembicaraan lebih lanjut belum terlaksana. Kini, Karen Hertatum berdiri sebagai simbol keteguhan. Di tengah badai rumah tangga yang kini menjadi konsumsi publik, ia memilih untuk melangkah keluar dari bayang-bayang masa lalu, mencari keadilan yang selama dua belas tahun terasa begitu mahal untuk diraih.