Delegasi Federasi Sepak Bola Iran gagal menghadiri Kongres FIFA di Vancouver pada Kamis (30/4) setelah otoritas imigrasi Kanada menolak izin masuk mereka di bandara. Rombongan yang dipimpin Presiden Mehdi Taj tersebut terpaksa langsung terbang kembali ke markas setelah sempat mendarat di Toronto.
Penolakan ini berkaitan erat dengan kebijakan pemerintah Kanada yang telah menetapkan Korps Garda Revolusi Iran atau IRGC sebagai organisasi teroris sejak tahun 2024. Regulasi tersebut secara otomatis melarang individu yang memiliki afiliasi dengan korps tersebut untuk menginjakkan kaki di wilayah Kanada.
Dilansir dari Detik Sport, Kantor Berita Tasnim melaporkan bahwa para pejabat Iran menerima perlakuan yang dianggap tidak pantas selama proses pemeriksaan di imigrasi. Hal ini memicu protes keras dari pihak delegasi yang merasa otoritas bandara tidak menghormati kedudukan institusional mereka.
"bentuk penghinaan pada lembaga paling terhormat dari angkatan bersenjata Iran" lapor Kantor Berita Tasnim merujuk pada pernyataan pihak Iran mengenai perlakuan petugas imigrasi.
Mehdi Taj sendiri diketahui merupakan mantan anggota korps pengawal IRGC, yang menjadi alasan utama pemblokiran visa masuknya. Federasi sepak bola Iran memilih untuk segera meninggalkan Amerika Utara dan terbang menuju Turki menggunakan jadwal penerbangan pertama yang tersedia tak lama setelah insiden tersebut.
Ketegangan diplomatik ini muncul di tengah persiapan menyongsong Piala Dunia 2026 yang dijadwalkan memulai sepak mula pada 11 Juni mendatang. Posisi Iran dalam turnamen akbar tersebut terus menjadi bahan perbincangan karena konflik politik yang melibatkan Amerika Serikat sebagai salah satu tuan rumah.
Muncul spekulasi mengenai kemungkinan penarikan diri Iran dari kejuaraan dunia, termasuk wacana penggantian posisi mereka oleh tim nasional Italia. Meski demikian, FIFA sejauh ini masih memberikan jaminan bahwa status kepesertaan Iran tidak berubah untuk turnamen mendatang.
Pemerintah Iran juga telah memberikan indikasi awal bahwa tim nasional mereka tetap bersiap untuk berkompetisi secara profesional. Hingga berita ini diturunkan, federasi sepak bola dunia tetap menganggap Iran sebagai kontestan sah yang akan berpartisipasi dalam putaran final Piala Dunia 2026.