Insiden pencekalan dialami oleh pejabat Federasi Sepak Bola Iran (FFIRI) saat hendak memasuki wilayah Kanada untuk menghadiri agenda resmi FIFA. Delegasi tersebut dijadwalkan mengikuti pertemuan terkait persiapan Piala Dunia 2026 yang akan berlangsung di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko.
Dilansir dari Bola, larangan masuk ini terjadi tepat enam minggu sebelum dimulainya turnamen akbar tersebut. Meski Iran secara teknis masih terdaftar sebagai peserta, muncul desakan dari sekutu Donald Trump agar posisi mereka digantikan oleh tim nasional Italia.
Pihak federasi sepak bola Iran memberikan pernyataan resmi bahwa perwakilan mereka ditolak di Bandara Toronto Pearson. Salah satu anggota delegasi yang dilarang masuk adalah Mehdi Taj, presiden federasi yang juga mantan anggota Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC).
Pihak FFIRI mengecam tindakan tersebut dan menyebutnya sebagai perilaku yang tidak dapat diterima dari petugas imigrasi setempat. Mereka menganggap langkah Kanada sebagai bentuk penghinaan terhadap salah satu institusi angkatan bersenjata Iran.
Menteri Luar Negeri Kanada, Anita Anand, sempat memberikan tanggapan bahwa penolakan tersebut bersifat tidak disengaja dalam konteks pencabutan izin. Namun, penjelasan lebih lanjut diserahkan kepada kementerian terkait untuk diklarifikasi secara mendalam.
"Ini bukan informasi pribadi saya, tetapi yang saya pahami adalah ada pencabutan izin. Itu tidak disengaja, tetapi saya serahkan kepada menteri untuk memberikan penjelasan," kata Anand.
Di sisi lain, Taous Ait selaku sekretaris pers Menteri Imigrasi memberikan penegasan mengenai kebijakan keamanan negara. Ia menyatakan bahwa anggota IRGC tidak memiliki tempat dan tidak akan diterima di wilayah Kanada.
Sebagai informasi, Kanada telah memasukkan IRGC ke dalam daftar organisasi teroris sejak tahun 2024. Kebijakan ini diambil sebagai langkah tegas untuk melindungi keamanan warga negara dan menjaga integritas sistem imigrasi mereka.
"Kami telah mengambil tindakan tegas untuk meminta pertanggungjawaban IRGC dan akan terus melakukannya, sambil melindungi keselamatan warga Kanada dan menjunjung tinggi integritas sistem imigrasi kami," kata Ait.
Wacana Penggantian Iran oleh Italia
Ketegangan diplomatik antara Iran dengan Amerika Serikat dan Israel memicu munculnya isu pembatalan keikutsertaan Iran di Piala Dunia 2026. Paolo Zampolli, seorang utusan khusus AS, menyarankan kepada Donald Trump dan Presiden FIFA Gianni Infantino untuk menunjuk Italia sebagai pengganti.
"Saya menegaskan bahwa saya telah menyarankan kepada Trump dan Infantino agar Italia menggantikan Iran di Piala Dunia," kata Zampolli.
Italia sendiri sebelumnya telah dipastikan gagal melaju ke putaran final setelah menelan kekalahan dari Bosnia dan Herzegovina pada babak playoff zona Eropa. Kehadiran Azzurri di turnamen ini sempat dinilai sebagai cara untuk memulihkan reputasi sepak bola mereka.
"Saya warga asli Italia dan akan menjadi mimpi untuk melihat Azzurri di turnamen yang diselenggarakan di AS. Dengan empat gelar, mereka memiliki rekam jejak yang cukup untuk membenarkan keikutsertaan mereka," ujar Zampolli.
Meski terdapat dorongan kuat dari pihak-pihak tertentu, laporan terbaru menyebutkan bahwa FIFA belum memiliki rencana untuk mengubah status kepesertaan Iran. Otoritas sepak bola dunia tersebut tetap berpegang pada hasil kualifikasi yang telah berjalan.