Gaya Klasik Vintage Kembali Populer Kain Lace Jadi Tren Fashion Gen Z

Gaya Klasik Vintage Kembali Populer Kain Lace Jadi Tren Fashion Gen Z
Foto: Ilustrasi Gaya Klasik Vintage Kembali Populer Kain Lace Jadi Tren Fashion Gen Z.

Tren busana terus berputar dan kini gaya klasik vintage resmi kembali menjadi inspirasi utama bagi generasi muda. Salah satu item yang paling mencuri perhatian adalah lace atau kain renda yang tampil dengan wajah baru yang lebih modern, ekspresif, serta jauh dari kesan kuno.

Material lace yang dahulu identik dengan taplak meja atau koleksi pakaian lawas di lemari nenek, kini menjelma menjadi item wajib di kalangan Gen Z, seperti dilansir dari Medcom. Berbagai pilihan mulai dari lace top transparan, rok renda layering, cardigan crochet, hingga dress bergaya coquette ramai menghiasi etalase fashion lokal.

Kembalinya tren lace ini juga didorong oleh kreativitas brand lokal yang semakin adaptif dalam membaca selera pasar. Banyak koleksi dengan sentuhan renda yang kini didesain lebih wearable untuk gaya harian, sekaligus tetap estetik dan mudah dipadukan.

Senior Director of Business Development Shopee Indonesia, Adi Rahardja, mengatakan tren lace saat ini menjadi bukti bagaimana brand lokal berhasil mengubah stigma gaya lama menjadi lebih edgy dan relevan untuk generasi muda.

"Kami senang sekali bisa menjadi platform yang menjembatani kebutuhan konsumen dengan kreativitas brand lokal. Banyak brand lokal di Shopee yang kini semakin ekspansif dan adaptif dalam menangkap selera pasar," ujar Adi Rahardja.

Keberanian Gen Z dalam mengeksplorasi gaya personal dinilai membuat fashion berbahan lace kembali diminati. Tidak lagi tampil formal dan feminin secara penuh, renda kini justru dipakai sebagai aksen yang memberi karakter kuat pada outfit sehari-hari.

Berbeda dari tren lace beberapa tahun lalu yang cenderung rapi dan formal, Gen Z menghadirkan pendekatan baru yang lebih playful lewat teknik layering serta permainan tekstur. Salah satu gaya yang sedang ramai dipakai adalah melapisi rok lace di atas celana panjang.

Detail renda yang terlihat mengintip membuat tampilan menjadi lebih dinamis dan tidak monoton, terutama saat dipadukan dengan oversized tee, blazer santai, jeans, atau baggy pants. Brand lokal seperti MORNINGSOL menghadirkan item seperti Asymmetrical Lace Skort yang banyak dipakai untuk menciptakan siluet flowy dan effortless pada daily outfit.

Lace juga mulai digunakan sebagai lapisan tambahan untuk menciptakan dimensi dalam berpakaian. Item seperti Veil Camisole dari Shopatvelvet kini sering dipadukan dengan kaos vintage atau sweatshirt oversized agar tampilan terlihat lebih edgy tanpa terkesan berlebihan.

Permainan layering ini menjadi salah satu kunci utama agar kain lace terlihat lebih modern dan tidak membosankan. Perpaduan tekstur serta keseimbangan warna membuat outfit sederhana terasa lebih hidup dan berkarakter.

Inner Lace untuk Tampilan Anti Flat

Tren lain yang tidak kalah populer adalah penggunaan lace sebagai inner layer. Teknik styling ini membuat detail renda tampil lebih subtle namun tetap menjadi focal point dalam keseluruhan outfit.

Salah satu item yang banyak digunakan adalah Long Sleeve Lace Knit dan Long Sleeve Lace Cardigan dari COLORBOX. Biasanya, lace inner dipadukan dengan outer berlengan pendek seperti crop blazer, kemeja oversized, atau basic tee.

Efek transparan dari bahan lace yang menyatu dengan warna kulit menciptakan tampilan yang lebih elevated tanpa kehilangan kesan santai khas Gen Z. Kain lace kini berkembang menjadi fashion statement baru yang fleksibel, ekspresif, dan mudah dipadukan untuk berbagai gaya harian.

Artikel terkait

Rekomendasi