PT KAI Logistik membukukan total volume pengelolaan angkutan barang sebesar 3,6 juta ton sepanjang kuartal I 2026 di tengah ketidakpastian ekonomi global. Capaian hingga Rabu (22/4/2026) ini menunjukkan konsistensi perusahaan dalam menjaga kelancaran rantai pasok nasional meski menghadapi berbagai dinamika operasional.
Optimalisasi bisnis tetap terjaga selama tiga bulan pertama tahun ini walaupun operasional bertepatan dengan sejumlah momentum libur nasional yang berdekatan. Kinerja positif tersebut dilansir dari Money mencakup berbagai segmen pengiriman barang yang dikelola perusahaan melalui jalur kereta api.
Direktur Utama KAI Logistik, Yuskal Setiawan menjelaskan bahwa komposisi pengiriman masih didominasi oleh komoditas energi dan bahan industri. Sektor batu bara menjadi kontributor utama dengan total volume mencapai jutaan ton.
"Pencapaian sebesar 3,6 juta ton tersebut didominasi oleh lini angkutan batu bara dengan volume mencapai 2 juta ton. Kontribusi signifikan lainnya berasal dari layanan pra dan purna BBM/BBK sebanyak 769.000 ton, layanan peti kemas sebesar 663.000 ton, angkutan semen dan limbah B3 sekitar 74.000 ton, serta layanan pengiriman barang ritel sebesar 18.671 ton," ujar Yuskal.
Pertumbuhan paling menonjol ditemukan pada segmen peti kemas yang mencatatkan kenaikan volume sebesar 24 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Pada kuartal I 2025, volume segmen ini hanya berada di angka 535.000 ton.
"Pencapaian pada triwulan I ini merupakan bukti nyata dari ketangguhan operasional perusahaan dalam merespons kebutuhan pasar yang dinamis. Kami terus berfokus pada inovasi layanan dan optimalisasi kapasitas angkut untuk memastikan setiap segmen bisnis memberikan kontribusi terukur bagi penguatan rantai pasok nasional, sejalan dengan visi besar perusahaan dalam menyediakan solusi logistik terintegrasi," kata Yuskal.
Peningkatan performa ini selaras dengan proyeksi Bank Indonesia yang menempatkan lapangan usaha transportasi dan pergudangan sebagai sektor dengan pertumbuhan tertinggi. Angka pertumbuhan sektor ini diperkirakan berada pada rentang 10,8 persen hingga 11,6 persen secara tahunan.
KAI Logistik kini memperkuat posisi sebagai mitra strategis industri manufaktur yang ditargetkan pemerintah tumbuh 5,51 persen pada 2026. Perusahaan juga sedang memproses penambahan kapasitas angkut pada layanan kereta api peti kemas untuk mendukung distribusi bahan baku serta barang jadi.
Sektor ritel melalui KALOG Express juga menunjukkan tren positif dengan kenaikan volume sebesar 27 persen dari 14.649 ton menjadi 18.671 ton. Perusahaan berencana melakukan ekspansi jaringan dengan menambah 70 titik layanan ritel baru di berbagai wilayah sepanjang tahun ini.
"KAI Logistik akan selalu berkomitmen untuk terus memperkuat peran sebagai penyedia solusi logistik terintegrasi yang andal dan berkelanjutan. Melalui peningkatan kapasitas, inovasi layanan, serta perluasan jaringan operasional, perusahaan optimistis dapat menjaga tren pertumbuhan positif sepanjang tahun 2026 sekaligus berkontribusi lebih besar dalam mendukung efisiensi distribusi dan daya saing ekonomi nasional," tutup Yuskal.