Rencana Juventus untuk melepas gelandang asal Brasil, Douglas Luiz, dilaporkan menemui hambatan besar. Klub raksasa Italia tersebut kini menghadapi situasi sulit terkait masa depan sang pemain.
Kabar ini mencuat setelah peminat potensial dari Turki, Galatasaray, dikabarkan mengurungkan niat mereka untuk memburu tanda tangan Douglas Luiz. Keputusan ini mengubah peta rencana transfer Si Nyonya Tua.
Dilansir dari Bola, jurnalis Mirko Di Natale melaporkan bahwa manajemen Galatasaray telah melakukan pertemuan internal. Hasilnya, mereka memutuskan untuk tidak melanjutkan rencana transfer permanen pemain berusia 27 tahun tersebut.
Kondisi ini menjadi beban berat bagi manajemen Juventus. Klub yang berbasis di Turin itu sedang berupaya mendapatkan dana segar dari penjualan pemain pada bursa transfer musim panas mendatang.
Penjualan Douglas Luiz awalnya diproyeksikan untuk membantu menyeimbangkan neraca keuangan klub. Namun, dengan mundurnya Galatasaray, Juventus harus memutar otak mencari solusi lain.
Perjalanan karier Douglas Luiz belakangan ini memang tidak berjalan mulus. Nasibnya menjadi tidak menentu setelah beberapa kali menjalani masa peminjaman di klub lain tanpa hasil yang memuaskan.
Setelah sempat dipinjamkan ke Nottingham Forest, Luiz sebenarnya sempat kembali ke pelukan Unai Emery di Aston Villa pada Januari lalu. Awalnya, kembalinya Luiz diharapkan menjadi titik balik performanya.
Ekspektasi tinggi sempat mengiringi kepulangan sang gelandang ke kompetisi Premier League. Namun, laporan dari La Gazzetta dello Sport mengungkapkan bahwa Aston Villa telah memutuskan untuk tidak mengaktifkan opsi pembelian permanen.
Nilai opsi pembelian permanen tersebut mencapai angka 25 juta euro atau sekitar Rp 608,6 miliar. Keputusan Aston Villa ini kian memperumit posisi Juventus sebagai klub induk.
Penurunan performa menjadi alasan utama di balik keputusan Villa. Meski sempat menjadi starter dalam enam laga beruntun, Luiz kemudian terdepak dari susunan pemain utama dalam lima pertandingan liga terakhir.
Keterpurukan tersebut juga terlihat di kancah Eropa. Pemain asal Brasil ini tercatat tidak menjadi starter dalam tiga pertandingan Liga Europa yang dilakoni Aston Villa.
Ancaman Kerugian Modal bagi Bianconeri
Situasi ini menciptakan tantangan besar bagi manajemen di Turin. Juventus kini dibayangi ancaman kerugian modal atau capital loss jika tidak segera menemukan pembeli yang tepat.
Agar terhindar dari kerugian tersebut, Bianconeri setidaknya harus melepas Douglas Luiz di angka sekitar Rp 608,6 miliar. Angka ini setara dengan nilai opsi pembelian yang sebelumnya ditolak Aston Villa.
Mencari pembeli baru dengan harga tersebut menjadi misi yang sangat sulit bagi manajemen klub. Apalagi, Luiz tercatat mengalami periode mengecewakan di tiga klub berbeda dalam 18 bulan terakhir.
Media Italia menggambarkan betapa rumitnya posisi yang kini dihadapi oleh klub induk sang pemain. Menemukan tim yang bersedia memberikan kesempatan kedua bagi Luiz bukan perkara mudah.
"Menemukan klub yang bersedia meluncurkannya kembali bukanlah hal yang mudah sama sekali," tulis laporan yang dikutip dari La Gazzetta dello Sport.