Kursi manajer Chelsea kembali menjadi sorotan setelah manajemen klub memutuskan untuk memecat Liam Rosenior pada Rabu (22/4) malam WIB. Keputusan ini diambil setelah Rosenior hanya menjabat selama sekitar 100 hari di Stamford Bridge.
Performa buruk menjadi alasan utama pendepakan tersebut, di mana Chelsea menelan lima kekalahan beruntun di Liga Inggris tanpa mencetak satu gol pun. Catatan kelam ini merupakan yang terburuk bagi klub dalam kurun waktu 114 tahun terakhir.
Seperti dilansir dari Detik Sport, manajemen Si Biru sementara akan menunjuk Calum McFarlane untuk memimpin skuad hingga kampanye musim 2025/26 berakhir. Pencarian sosok pelatih permanen baru akan dimulai setelah periode tersebut tuntas.
Beberapa nama besar mulai dikaitkan dengan posisi lowong di London Barat, termasuk pelatih muda berbakat asal Jerman, Julian Nagelsmann. Namun, mantan juru taktik Bayern Munich tersebut dikabarkan tidak memiliki minat untuk merapat ke Chelsea dalam waktu dekat.
Nagelsmann saat ini masih memiliki komitmen jangka panjang bersama Federasi Sepak Bola Jerman. Pelatih berusia 38 tahun tersebut terikat kontrak untuk menahkodai Timnas Jerman hingga musim panas 2028 mendatang.
Berdasarkan informasi dari sumber terdekat, Julian Nagelsmann menegaskan bahwa dirinya ingin menghormati kesepakatan yang ada. Fokus utamanya tetap tertuju pada tugas negara bersama skuad Die Mannschaft sampai masa kontraknya habis.
Ketertarikan Chelsea terhadap Nagelsmann sebenarnya bukan hal baru. Klub sempat menjalin komunikasi dan mencoba mendekati pelatih yang pernah memenangi Bundesliga serta Piala Super Jerman tersebut pada tahun 2024 lalu.
Meskipun kontak antar kedua pihak sudah terjadi pada saat itu, Nagelsmann akhirnya memilih untuk menarik diri dari pembicaraan. Kini, situasi serupa kembali terulang dengan penegasan sang pelatih yang tetap memilih bertahan di level internasional.