Ambisi besar diusung oleh penyerang Timnas Argentina, Julian Alvarez, menjelang bergulirnya kompetisi Piala Dunia 2026.
Pemain depan Atletico Madrid tersebut berkomitmen kuat untuk membantu negaranya mempertahankan trofi juara dunia, seperti dilansir dari Suara.
Peran Alvarez kini menjadi semakin krusial setelah dirinya bertransformasi menjadi pilar utama di sektor serang skuad Albiceleste.
Kematangan sang penyerang di level internasional telah teruji lewat raihan trofi bergengsi, baik bersama klub maupun tim nasional.
Kondisi ini berbeda dengan turnamen edisi sebelumnya di Qatar, saat Alvarez mengawali kompetisi sebagai pelapis dari Lautaro Martinez.
Kendati demikian, performa impresif dan etos kerja tinggi di lapangan berhasil memikat hati pelatih Lionel Scaloni untuk menjadikannya pilihan utama.
Menghadapi kompetisi mendatang, Alvarez menilai persaingan internal memperebutkan posisi penyerang justru memberikan dampak positif bagi kekuatan tim.
"Kami adalah pesaing, tetapi kami juga bisa bermain bersama, yang merupakan kesenangan bagi saya. Kapan pun kami turun ke lapangan bersama, kami melakukannya dengan baik dan ketika hanya salah satu dari kami yang mendapat panggilan, yang terpenting adalah kami semua menginginkan yang terbaik untuk tim. Kompetisi internal itu juga membantu kami berdua berkembang dan berkembang setiap hari. Selalu seperti itu. Kapan pun Anda memiliki kompetisi yang kuat dan sehat, semua orang menjadi lebih baik, yang merupakan aspek kuncinya," kata Julian Alvarez saat diwawancarai FIFA.
Langkah Argentina dipastikan tidak akan mudah karena status juara bertahan membuat mereka menjadi sasaran utama dari tim-tim pesaing.
Berdasarkan hasil undian, tim asuhan Lionel Scaloni berada di Grup J bersama Aljazair, Austria, dan Yordania.
Target maksimal tetap menjadi harga mati bagi Alvarez demi menjaga momentum kebahagiaan para pendukung Albiceleste.
"Sebagai orang Argentina, kegembiraan itu selalu ada dan kami selalu ingin dinobatkan sebagai juara. Tidak ada alasan untuk kali ini menjadi berbeda. Kami ingin mencapai final. Kami tahu itu tidak akan mudah; ini akan menguras banyak tenaga kami dan bisa bergantung pada margin yang tipis, tetapi kami akan bersiap sebaik mungkin dan melangkah selangkah demi selangkah. Menuju Piala Dunia ini sebagai juara dunia sungguh luar biasa. Saya merasa sangat bangga. Tentu saja, kami ingin mempertahankan trofi dan membuat masyarakat kami melompat kegirangan sekali lagi."
Mengenang kembali perjalanan emosional dua tahun lalu, Alvarez menyebutkan bahwa pertandingan fase grup kontra Meksiko merupakan momen paling krusial.
Hasil positif pada laga tersebut berhasil memulihkan kondisi mental para pemain setelah menelan kekalahan mengejutkan di pertandingan pembuka.
"Saya akan memilih pertandingan melawan Meksiko. Saya pikir itu sangat penting karena semua yang terjadi setelahnya dan mengingat apa yang telah terjadi sebelumnya. Itu adalah titik balik nyata bagi kami. Sejak saat itu, semuanya berjalan sesuai tempatnya dan kami tahu bahwa nasib kami ada di tangan kami sendiri."
Apabila berhasil memenangkan trofi kembali, generasi skuad Argentina saat ini berpeluang mencatatkan diri sebagai salah satu tim nasional terbaik sepanjang masa.
Rekor memenangkan dua gelar Copa America serta dua trofi Piala Dunia secara berurutan akan menjadi sejarah baru sepak bola.
"Jika kami mempertahankan Piala Dunia, itu akan tercatat dalam sejarah karena kami akan menjadi juara dunia berturut-turut, sekaligus pemenang Copa America dua kali sepanjang perjalanan. Ini telah menjadi era keemasan bagi negara kami selama beberapa tahun terakhir, jadi kami berharap dapat menikmati lebih banyak lagi momen luar biasa ini yang membuat kami semua sangat bahagia."
Panggung Perpisahan Lionel Messi
Turnamen akbar kali ini diprediksi akan berjalan emosional lantaran berpotensi menjadi penampilan terakhir bagi kapten tim, Lionel Messi.
Faktor usia membuat sang megabintang diragukan bakal kembali berpartisipasi pada edisi Piala Dunia yang akan datang.
"Kami semua menyadari sepenuhnya bahwa ini bisa jadi menjadi Piala Dunia terakhir Leo, mengingat usianya, namun pada akhirnya itu adalah keputusannya. Ini tentu akan menjadi Piala Dunia yang spesial dan maksud saya bukan hanya untuk kami, rekan satu timnya, dan masyarakat Argentina, melainkan untuk semua orang yang menonton dan mengikutinya, mengingat dia adalah pemain terbaik sepanjang masa. Tentu saja, dia telah memberikan dampak yang sangat besar di seluruh dunia."
Status juara bertahan diakui Alvarez mendatangkan ekspektasi tinggi serta tekanan dari publik dunia.
Namun, penyerang berusia 26 tahun tersebut memilih untuk mengubah tekanan itu menjadi motivasi tambahan di dalam lapangan.
Berbekal pengalaman bertanding di kompetisi elite Eropa, Alvarez merasa pengetahuannya secara taktis telah berkembang pesat.
Karier internasional Alvarez sendiri melesat sejak Piala Dunia Qatar 2022 setelah mencetak gol krusial kontra Polandia dan dua gol di semifinal melawan Kroasia.
Kini, ia bersiap memimpin lini depan Argentina demi pembuktian konsistensi generasi emas bersama sang kapten.