Julian Alvarez Tegaskan Ambisi Argentina Pertahankan Gelar Piala Dunia 2026

Julian Alvarez Tegaskan Ambisi Argentina Pertahankan Gelar Piala Dunia 2026
Foto: Ilustrasi Julian Alvarez Tegaskan Ambisi Argentina Pertahankan Gelar Piala Dunia 2026.

Ambisi besar diusung oleh tim nasional Argentina untuk mempertahankan trofi juara pada ajang Piala Dunia 2026 yang akan digelar di Amerika Utara. Penyerang andalan Albiceleste, Julian Alvarez, menyatakan bahwa motivasi seluruh anggota tim tidak pernah memudar demi kembali menduduki podium tertinggi turnamen sepak bola sejagat tersebut.

Pemain yang saat ini membela klub Atletico Madrid tersebut menekankan bahwa target utama mereka tidak mengalami perubahan. Dikutip dari Media Indonesia yang melansir laman resmi FIFA pada Rabu (27/5), tekad skuad asuhan Lionel Scaloni sudah bulat untuk menembus babak final.

"Kami selalu ingin dinobatkan sebagai juara. Tidak ada alasan mengapa kali ini harus berbeda. Kami ingin mencapai final," ujar Alvarez.

Mantan penggawa Manchester City tersebut tidak menampik bahwa status sebagai juara bertahan mendatangkan tekanan yang signifikan. Menurut Alvarez, mempertahankan piala emas akan menuntut komitmen penuh dari aspek fisik sekaligus mental dari setiap pemain, namun timnya dipastikan bakal bersiap dengan level tertinggi.

"Kami ingin mempertahankan trofi dan membuat rakyat kami bersorak gembira sekali lagi. Kami berharap bisa lebih banyak menikmati momen luar biasa ini yang membuat kami semua sangat bahagia," tambah Alvarez.

Target yang dipatok timnas Argentina di turnamen edisi 2026 tidak terbatas pada mempertahankan takhta juara semata. Jika berhasil memenangkan Piala Dunia secara berturut-turut, mereka akan mencatatkan sejarah langka sekaligus menegaskan dominasi global setelah sebelumnya memenangi dua gelar Copa America beruntun.

Melalui hasil pengundian yang sudah dilakukan, Argentina menempati Grup J dan bakal bersaing dengan Aljazair, Austria, serta Yordania. Kendati timnya lebih diunggulkan di atas kertas, Alvarez mewanti-wanti rekan-rekan setimnya untuk tetap waspada dan tidak memandang remeh kekuatan lawan.

Langkah waspada ini dinilai krusial guna memuluskan perjalanan menuju pertandingan puncak yang nantinya diselenggarakan di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko. Ketegangan internal juga sempat membayangkan persiapan tim menyusul kabar mengenai kondisi kebugaran kapten Lionel Messi.

Kondisi Kebugaran Lionel Messi Jadi Sorotan

Kekhawatiran melanda kubu Argentina menjelang bergulirnya turnamen akibat masalah kesehatan yang menimpa Lionel Messi. Pemain megabintang tersebut memicu kecemasan setelah mengalami gangguan pada otot hamstring kiri sewaktu memperkuat klubnya, Inter Miami.

Messi bahkan sempat meminta pergantian pemain secara mendadak akibat problem pada kakinya tersebut. Walaupun demikian, nama pemain bernomor punggung 10 itu tetap dicantumkan oleh pelatih Lionel Scaloni ke dalam daftar 55 pemain sementara Argentina, berbeda dengan Paulo Dybala yang dipastikan absen dari skuad.

Kondisi cedera Messi turut memancing perhatian dari calon lawan mereka di fase grup. Pelatih timnas Yordania, Jamal Sellami, secara terbuka menyampaikan harapannya agar Messi dapat pulih tepat waktu dan tampil di turnamen, sebab kehadirannya dinilai memberikan tantangan kompetitif yang spesial bagi anak asuhnya.

Peta Persiapan dan Logistik Peserta Turnamen

Di samping dinamika internal tim, FIFA telah mengumumkan secara resmi lokasi pusat pelatihan bagi para peserta. Timnas Argentina bersama timnas Inggris dipastikan bakal menggunakan kawasan Kansas City sebagai markas pemusatan latihan mereka, sementara timnas Iran memilih menetap di Tijuana.

Kepastian partisipasi Iran didapat setelah FIFA memberikan garansi pengurusan visa bagi para pemain mereka di tengah eskalasi situasi geopolitik regional Timur Tengah. Jaminan ini dikonfirmasi langsung oleh Menteri Olahraga Iran, Ahmad Donyamali.

Kabar kontras datang dari perwakilan Afrika, Republik Demokratik Kongo, yang memilih tetap melanjutkan agenda persiapan meski skuad mereka terancam kewajiban isolasi akibat merebaknya wabah ebola. Sementara itu, regulasi disiplin ketat juga ditegakkan FIFA dengan memperluas sanksi global kepada Gianluca Prestianni akibat tindakan pelecehan terhadap Vinicius Jr, yang membuatnya harus absen dalam dua pertandingan pembuka turnamen.

Artikel terkait

Rekomendasi